Advertisements
Experiences

[Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge] Day 8 : Lima Barang Apa yang Wajib Dibawa di Dalam Tas?

Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge Day 8. Sebagai Emak beranak tiga, isi tas saya persis tas emak-emak pada umumnya. Namun saya menolak kalau dibilang tas saya bak kantong Doraemon yang mau cari apa saja ada.

Enggak. Saya selalu menjaga isi tas saya agar tidak terlalu banyak isinya. Kenapa? karena saya perlu space lebih untuk menaruh botol susu anak, atau tissue anak misalnya. Sedangkan kalau memang harus membawa barang-barang tambahan, saya memilih memasukkannya di tas terpisah yang standby di mobil – yang tidak saya tenteng kemana-mana.

Meski demikian, se praktis-praktisnya isi tas saya, ada 5 barang wajib yang selalu saya bawa di dalam tas dan kalau barang-barang wajib ini tertinggal, rasanya seperti ada yang salah dengan hidup saya *lebay πŸ˜€

So here they are, kelima barang wajib yang HARUS ada di tas saya. Yuk ditengok :

1.Dompet

Dompet yang dipakai 10 tahun tanpa bocel-bocel

Dompet pasti berguna untuk membawa uang, kartu debit, kartu kredit, dan kartu-kartu member lainnya. Tak lupa pula SIM, STNK, KTP, NPWP. Karenanya jangan sampai kehilangan dompet karena bisa bikin panik satu keluarga.

Sebenarnya lagi, saya memiliki dua dompet – yang mana satu dompet utama untuk menyimpan uang; sedangkan dompet kedua khusus untuk segala macam kartu yang banyaknya ampun-ampunan itu.

Dompet utama saya ada ceritanya. Jadi dulu ketika masih kerja di Belitung, saya punya rekan kerja (tidak satu kantor) bernama Linda. Kami bekerja di Institusi yang sama, hanya beda Kabupaten. Saya di Manggar dan Linda di Tanjung Pandan.

Nah, jeung Linda ini tamatan salah satu Universitas di Yogya. Kalau kami ngobrol, kata-kata Yogya ga pernah lepas dari ceritanya. She loves Yogya so much dan pada suatu waktu di Belitung dia memutuskan untuk mengambil cuti dan pergi ke Yogya sendirian. Ceritanya dompet di atas adalah oleh-oleh jeung Linda ini dari sana. Udah berapa tahun umurnya? 10 tahun aja sodara-sodara. Awet ya! πŸ™‚

2.Buku yang Sedang Dibaca

Bener banget. Saya masih sering bawa buku kemana-mana terlebih jika ada buku yang sedang dibaca. Meskipun dunia digital sudah masuk ke dunia perbukuan, namun saya tetap cinta dengan buku fisik. Ebook or paperback? saya cenderung pilih paperback.

Rasanya kenikmatan membaca buku paperback tidak tergantikan – seperti bau lembaran buku dan rasa excited ketika menenteng buku yang belum selesai dibaca kemana-mana.

Teman-teman ada juga yang seperti saya? atau sudah sepenuhnya beralih ke buku digital? πŸ™‚

3.Kotak Kacamata Lengkap dengan Kain dan Spray Pembersih

Maklumlah, emak kan minus tiga lebih. Jadi kalau ga bawa perlengkapan bebersihan kacamata ini rasanya gimana gitu ya. Karena kalau dipakai seharian, kacamata pasti bernoda dan harus dibersihkan. Karena mata adalah jendela dimana saya melihat dunia, jadi diusahakan untuk selalu bersih dan tidak dikotori oleh noda-noda yang ga penting.*tsah

4.Lipstick

Bukan kotak make up? bukan. Jujurnya saya hanya bawa kotak make up pas ada acara kondangan, atau acara yang mengharuskan penggunaan make up. Kalau sehari-hari saya pilih bare face saja. Bahkan campaignnya SK II untuk Bare Face Challenge aja kalah dengan saya yang bare face setiap hari kemana-mana. *biar ditimpuk SK II wakakaka

Tapi saya juga ga berani TOTALLY bare face sih. Tetap harus bawa lipstick di tas karena kalau ga pake lipstick saya jadi terlihat seperti orang sakit. Biasanya saya bawa dua : yang matte dengan yang moisturize. Terus warna lipstick yang paling saya suka adalah peach. Orange juga masih bisa diterima dengan pemakaian yang tipis-tipis aja. Big no untuk lipstick Pink. Entah kenapa meski warnanya cute, tapi di bibir saya lipstick pink (rasanya) bikin wajah suram sekali.

5.Handphone

Sudahlah ini semua orang pasti bawa di tasnya ya. Cukuplah sekali saja pengalaman waktu saya masih ngantor dan lupa bawa HP seharian. Tau-tau sorenya mobil saya dihadang banjir bak kolam renang dan saya ga bisa menghubungi siapa-siapa untuk sekedar berkeluh kesah apalagi minta pertolongan. Kesimpulan : Kapok!

Baca : Untung Ada Kamu, Raisa

Terus ga membawa HP juga bisa bikin satu keluarga cemas bukan kepalang.

Baru beberapa hari yang lalu ketika Ibu saya menelefon. Beliau panik karena adek saya yang bungsu, cowo, yang kuliah di Teknik Mesin semester 4, sedari sore ga ngangkat HPnya. Saya bilang ‘Ibu sabar aja, mungkin HP Adek lagi habis batre’ tapi itu tidak menenangkan Ibu saya. Beliau tetap ngotot menelefon saya, suruh saya menghubungi adek lewat berbagai jalur : Telefon, Whatsapp, Line, Facebook kalau perlu Instagram sekalian.

Pas lagi heboh-hebohnya menghubungi adek, dia dan motornya mendarat dengan kalem di depan rumah. Alasannya dia lagi di jalan dan mampir kemana-mana makanya ga bisa angkat HPnya πŸ˜€


Jadi demikian lah barang-barang yang biasa saya bawa di tas saya. Meski yang saya bawa sama seperti orang-orang kebanyakan, namun selalu ada cerita istimewa di baliknya. Kalau teman-teman, selain HP atau dompet, barang apalagi yang wajib ada di tasnya? cerita dong πŸ™‚

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

2 Comments

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: