Advertisements
Gadget,  Social Media

[Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge] Day 7 : 5 Pilihan Makanan Go-Food Favorit Saya di Palembang

[Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge] day 7!. Seperti halnya saya, teman-teman pasti bangga akan salah satu startup anak bangsa, yaitu Go-Jek. Semenjak hadir di tahun 2010, Go-Jek telah mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia lewat berbagai layanan yang disediakannya, salah satunya adalah Go-Food.

Layanan Go-Food jadi favorit banyak orang sekali karena sangat membantu emak-emak malas masak untuk menyediakan makanan dengan mudah di rumah (maksudnya saya). Ada banyak sekali pilihan makanan yang tersedia melalui Go-Food. Tahu sendiri kan kalau Palembang kaya akan kulinernya yang enak-enak *muka sombong πŸ˜€

Nah berikut 5 makanan pilihan saya yang sering saya pesan via Go-Food. Mohon maaf karena dadakan jadi ga sempat punya foto makanannya. Jadi diadopsi dari tampilan Go-Food aja ya :). Here we go!

1.Nasi Uduk Jakarta 7 Saudara RE Martadinata

Sayang tidak tersedia gambar makanannya, padahal menunya enak-enak lho. Gambar dari Go-Food.

Nasi uduk Jakarta 7 saudara ini tadinya direkomendasikan oleh seorang teman di facebook. Jadilah dulu ketika hamil disempat-sempatin ke sini beberapa kali karena mupeng. Besok-besoknya kepingin lagi, jadi iseng cari di Go-Food dan ada. Sejak itu saya kalau mau pesan via Go-Food saja.

Yang bikin Nasi Uduk ini istimewa karena rasa nasi uduknya yang enak, rasa daging ayam yang pas, dan tersedia 3 pilihan sambal yang tersedia : sambal cabai kecap, sambal cabai biasa, dan sambal santan. Harganya memang agak mahal. Tapi menurut saya harganya cukup worth it dengan rasanya.

Kalau tidak suka ayam atau mau coba menu lain juga tersedia. Ada bebek, sate jeroan (hati, usus, empela) tak lupa tahu dan tempe goreng. Tahu gorengnya sangat enak menurut saya. Teksturnya lembut dan rasanya pas di lidah. Warung makan ini langsung jadi favorit keluarga, terutama kalau habis gajian, hehe.

2.Nasi Goreng Merah Pak De Veteran

Nasi goreng merahnya aslinya ga semerah ini sih. Mungkin ini edit gambarnya aja yang berlebihan :D. Gambar dari Go-Food

Dulu, ketika di hellopalembang.com saya pernah menulis tentang nasi merah yang berlokasi di Candiwelang, di daerah dekat Kebun Duku. Sayang nasi merah ini belum terdaftar di Go-Food. Sehingga kalau lagi kangen makan nasi merah tapi malas mau ke Kebon Duku (jauh dari rumah soalnya) saya mensubsitusinya dengan Nasi Goreng Merah Pak De yang ada di jalan Veteran ini.

Menurut saya rasa nasi merahnya pas, dengan takaran kayu manis atau cengkeh yang tidak berlebihan. Irisan ayamnya lumayan, dan yang pasti porsinya gede. Makan sebungkus rasanya kenyang banget.

3.Siomay Batagor Intan Sari Celentang

Gambar dari Go-Food

Kalau siomay batagor Intan Sari yang ada di Celentang pasti sudah banyak yang tahu ya. Karena rasanya enak dan menurut saya ga kalah dengan siomay yang pernah saya beli di Bandung sana. Kalau ditanya lebih suka mana siomay atau batagornya? saya lebih suka batagornya sih. Karena terasa garing ketika digigit. Kriuk!

Baca ini juga yuk! Restoran Bang Ben Rajawali Palembang

4.Mie Ayam Sari Mulia Angkatan 66

Gambar dari Go-Food

Sari Mulia memang tersohor dengan mie ayam. Cabang yang menjadi ‘legend’ para angkatan tua (bukan saya. Kalau saya masih muda. ehe) adalah Sari Mulia yang berlokasi di seberang IP. Tahun berlalu dan Sari Mulia ini mulai ada di mana-mana. Sebagian besar sudah pernah saya cicipin sih.

Namun menurut saya yang rasanya lumayan enak dari semua cabang tersebut, adalah Sari Mulia yang ada di Angkatan 66. Kenapa? karena rasa mienya saja sudah enak, ditambah dengan rasa kuah yang pas. Kalau boleh usul sebenarnya ayamnya dibuat suwir saja (apa ya bahasa Indonesianya suwir) dan jangan dibumbui. Tapi hari gini menemukan mie ayam dengan ayam yang di suwir memang sudah agak susah ya.

5.Pempek Cek Tasya Kemuning

Gambar dari Go-Food

Karena dekat dari rumah, saya sudah sering ke Pempek Cek Tasya sejak kedainya masih terbuat dari pondok kayu di pinggir jalan pipa reja. Karena rasa pempeknya yang enak, bisnis pempek Cek Tasya makin maju dan saat ini sudah menempati bangunan ruko yang cukup besar tak jauh dari lokasi yang dulu.

Cek Tasya selalu jadi andalan kalau ada tamu dan saya butuh pempek dadakan – misalnya. Menu favorit saya adalah model, pempek telok besak (kapal selem), pempek kulit dan pempek lenjer besar yang warnanya agak hitam. Ditambah dengan cukanya yang kental dengan rasa yang maknyus. Rasanya wajar kalau Pempek Cek Tasya bisa jadi terkenal seperti sekarang ya πŸ™‚


Yak, itulah 5 pilihan saya untuk merchant favorit di Go-Food Palembang. Kalau mau langsung nyobain, monggo. Kalau mau langsung dateng ke sana ya ndak apa-apa. Kalau belum bisa nyobain karena di kota lain, semoga someday bisa ke Palembang terus nyobain sendiri πŸ™‚

By the way teman-teman ada yang mau nambahin lagi 5 merchant favoritnya di Go-Food? tuliskan di komentar yuk biar saya bisa coba juga πŸ™‚

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

8 Comments

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: