#BahagiaDiRumah, Bahagia di Hati

Screenshot_2016-04-22-15-06-08_1‘Happiness can be found, even in the darkest of times, if one only remembers to turn on the light.’

Albus Dumbledore – Jk Rowling

 

Ada banyak kebahagiaan yang bisa kita dapatkan di rumah; bahkan dari kejadian-kejadian yang kita anggap tidak menyenangkan.

 

Ada bahagia di rumah ketika hari hujan, tiba-tiba atap rumah bocor.

Airnya membentuk pulau yang tidak indah di plafond lalu jatuh ke atas sofa di ruang keluarga, oh tidak!. Bunda dan Abi lalu bergegas memanggil RFA (7yo) dan RFI (2,5 yo) untuk bersama-sama membantu menarik sofa. Ketika Bunda dan Abi saja yang menarik sofa, sofanya tetap bergeming. Namun ketika RFA dan RFI datang, sim salabim! sofanya pelan-pelan bergeser, wah hebat!. Ini membuat RFI dan RFA tertawa terpingkal.

Bunda berkata, sayang kalau air hujan sampai merusak sofa karena harganya mahal. Dulu, bunda harus menyisihkan uang belanja berbulan-bulan hanya untuk membeli sebuah sofa. Dengan begini, Bunda menunjukkan kepada RFA dan RFI bagaimana menghargai dan menjaga barang-barang milik pribadi; sekaligus RFI dan RFA merasakan bahwa menolong Bunda dan Abi di rumah ternyata rasanya senang! πŸ˜€

 

Ada bahagia di rumah bila selepas hari hujan namun masih menyisakan atap bocor yang menganga.

Abi tergopoh-gopoh membawa tangga kayu, lalu memanjat ke atap rumah. Abi melihat atap rumah yang bocor untuk diperbaiki agar air hujan tak lagi masuk ke dalam. Maklum, rumah kami adalah rumah BTN jaman dahulu. Atapnya masih seng, plafondnya rendah.

Saking rendahnya plafond di rumah kami, ketika musim kemarau rasanya berkeringat seperti ubi direbus. RFA sampai-sampai hanya mau memakai singlet ketika sedang panas-panasnya. Tapi ketika RFI yang memakai singlet, RFA akan berkata “Adek pake baju rumah yang biasa aja ya, jangan sampe auratnya keliatan” πŸ˜€

Dari sini RFA dan RFI terbiasa bahwa hidup dalam kesederhanaan itu tak masalah; meskipun menempati rumah lama, namun Alhamdulillah kita masih memiliki tempat berlindung. Seperti yang Abi bilang, bahwa kita harus mensyukuri apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita, apapun bentuknya.

 

Ada bahagia di rumah bila Abi harus pergi kerja ke site.

Itu artinya Bunda, RFA dan RFI harus ikhlas tidak bisa bertemu Abi selama beberapa hari. Waktu kerja Abi memang tidak seperti pegawai biasa yang bisa bertemu keluarga setiap hari. Abi harus pergi ke site yang jauh, tinggal selama beberapa hari disana, lalu off selama beberapa hari berikutnya.

RFI masih suka menangis bila ditinggal Abi. Tapi RFA selalu menghibur RFI, mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain game, nonton tv atau membaca buku sambil berkata “Jangan nangis ya Dek, Abi kan kerja cuma beberapa hari, setelah kerja juga pulang lagi’

RFA mengerti bahwa Abi ke site untuk mencari nafkah. Dari sini, Abi memberi contoh kepada RFA bahwa laki-laki harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Meskipun berkorban berpisah dengan keluarga untuk sementara waktu, namun kewajiban mencari nafkah tetap harus menjadi tugas utama seorang laki-laki.

Ketika Abi off rasanya bahagia mintak ampun. Melihat Abi baru sampai pagar saja RFI sampai bingung harus lari memeluk Abi atau lompat kegirangan lebih dulu. πŸ˜€

 

Bahagia di rumah ternyata juga bisa terjadi, ketika RFA jatuh sakit.

RFI jadi tidak punya teman bermain, karena RFA hanya bisa tidur-tiduran sepanjang hari. RFI lalu menemani abangnya dengan bermain di kamar saja. Pada suatu kali, abang ingin ke kamar kecil sedangkan bunda ada di dapur. RFA sebenarnya bisa berjalan sendiri ke kamar kecil tetapi masih lunglai.

RFI lalu berinisiatif untuk membantu RFA dan memapahnya sedikit. Sulit memang, mengingat RFI baru berusia 2,5 tahun. Pun akhirnya RFI kesulitan memapah karena tinggi badan yang tidak mumpuni, ia lalu memutuskan untuk menggenggam saja tangan RFA ketika menuju dan dari kamar kecil. Ia bahkan menunggui RFA di depan pintu kamar kecil selama prosesnya πŸ˜€

Bunda sebenarnya melihat hal ini, tapi Bunda diam saja malah tersenyum.

Bunda berharap RFI dan RFA merasakan bahwa memiliki saudara kandung haruslah saling menyayangi dan melindungi. Meskipun sesekali berkelahi, namun ketika salah satu sakit ternyata rasanya sedih dan sepi.

 

Bahagia di Rumah ketika Bunda ga bisa masak.

RFA pernah bilang dengan nada kalem ‘Bunda, bunda itu sebenarnya bisa masak… cuma… rasanya gak enak…” hehehe. Meski begitu, bunda tidak putus harapan. Tiap weekend Bunda mencoba berbagai resep baru yang bisa didapatkan dari Tabloid Nova. Kenapa Tabloid Nova? karena Bunda suka sekali baca Tabloid ini. Tabloid Nova isinya lengkap mulai dari berita terkini hingga resep-resep jagoan. Dari jaman Bunda kuliah (iya, Bunda sudah kenal Tabloid Nova sejak kuliah) hingga saat ini, ketika bunda sudah punya anak dua.

Apalagi sekarang Tabloid Nova juga sudah bisa diakses melalui tabloidnova.com. Bunda makin seneng tuh. Tiap masak di dapur pasti hape dibawa-bawa demi nyontek berbagai resep di halaman sedap. Nah tahun ini Tabloid Nova merayakan 28 Novaversary . Itu berarti sudah 28 tahun Tabloid Nova hadir menemani hari-hari banyak wanita Indonesia, salah satunya Bunda. Harapan Bunda semoga Tabloid Nova tetap jaya dan tetap semangatΒ  menghadirkan informasi-informasi yang bermanfaat bagi wanita – termasuk resep-resep andalan yang bisa bikin Bunda jago masak dalam sekejap. hihi πŸ™‚


Akhirnya, memang tidak harus menunggu untuk punya rumah bagus, mobil mewah, kaya raya, BARU bisa bahagia. Ternyata hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari di rumah juga bisa menjadi sumber kebahagiaan yang hangatnya menjalar sampai ke hati.

Yang penting adalah di dalam sebaik dan seburuk keadaan, kami tetap saling menyayangi dan berupaya saling menjaga satu sama lain. Because we are Ohana. Ohana means family. Family means nobody gets left behind or forgotten*. Itu saja.

 

 

*A Quote by Lilo and Stitch

Advertisements

8 Comments

Cool People Say :