Advertisements
Experiences

[Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge] Day 6 : 5 Fakta Tentang Diri Sendiri

Ketika melihat tema di atas, saya agak menyesal kenapa cuma 5. Padahal kan ada banyak banget yang ingin saya tuliskan tentang diri saya sendiri hahaha (jadi inget niche : diri sendirinya Mas Irawan Penadiri.com nih :p). Engga deng.

Aslinya saya bingung karena ga tahu mau nulis apa. Fakta apa tentang diri saya yang sekiranya menarik untuk dibaca dan ga bikin orang bosan. Akhirnya setelah pusing-pusing mikir, kepilih juga 5 fakta berikut, hayuk disimak! πŸ™‚

1.Buku yang Sedang Dibaca : Filosofi Teras

Sekarang sudah akhir November dan buku baru kedua yang saya baca tahun ini adalah Buku Filosofi Teras yang ditulis oleh om Henry Manampiring. Buku kedua? Sedikit sekali? Iya karena 8 bulan di tahun ini saya hamil dan ga punya keinginan untuk kemana-mana, jadilah saya hanya membaca buku-buku lama. Makanya baru sekarang start baca buku baru lagi.

Buku Filosofi Teras sendiri sangat menarik, dengan bahasan yang cukup kental dengan filsafat. Ini mengingatkan saya akan sahabat saya SeaGhost yang gemar baca buku filsafat, dan merasa agak menyesal kenapa dulu ga berdiskusi banyak tentang buku-buku filsafat yang dia baca. Bagi saya, buku ini cenderung berat, meski om Piring sudah menulis dengan gaya bahasa sesantai mungkin.

Beberapa kali saya juga mencari suasana sepi ketika membaca buku ini agar bisa mencerna semua hal yang dituliskan di buku dengan baik. Maklumlah pun selama ini saya ga pernah membaca buku filsafat. Menurut saya bukunya mengundang pemikiran yang dalam. Cuma ya itu, kalau bacanya ga konsen you will feel lost what the book is talking about.

Nantikan review buku ini segera saya selesai membacanya, ya πŸ™‚

2.Hobi Baca dan Nonton Film

Saya hobi banget baca. Kebanyakan buku yang saya baca adalah Fiksi, meski sesekali juga suka membaca buku non fiksi. Buku Fiksi yang saya suka-suka banget adalah Agatha Christie. Saya juga sangat hobi menonton. Dan saya paling sebal kalau diajak ngobrol di tengah-tengah film.

Makanya dulu ketika kuliah saya punya teman satu geng yang hobi banget ngobrol di tengah-tengah film. Meski ngobrolinnya tentang film yang lagi ditonton juga, tapi tetep aja ngeselin kan ya. Padahal si teman ini emang tipenya yang harus ngobrol kalau nonton film. Untungnya saya dan si teman kalau nonton pasti bareng teman satu geng.

Sadar akan perbedaan kami, teman-teman yang lain selalu berusaha supaya kami kalau duduk ga boleh deketan. Ya daripada terjadi perang dunia di bioskop kan mereka juga yang malu ya hahaha

3.Judul Kisah Saya dan Suami : Teman Tapi Menikah

Jadi dulu saya kuliah punya teman dekat 10 orang. Nah suami itu salah satu temen satu geng ini pun. Awal pertemanan, saya dan suami awalnya ga kepikiran sama sekali kalau kami bisa jadi pasangan. Gada niat buat pedekate whatsoever – karenanya kami langgeng jadi teman selama 3 tahun. Namun setelah 3 tahun semesta turun tangan dan akhirnya kami pacaran. 5 tahun pacaran kami lalui kebanyakan dengan pacaran jarak jauh karena pekerjaan. Tapi karena sama-sama percaya, ya jadi lempeng saja.Β  Dan selanjutnya jadi menikah deh :p

Enaknya ngejadiin teman sebagai suami adalah tidak ada rasa menerka-nerka karena suami sudah tahu jelek-jeleknya saya ketika masih temenan dan begitu pula sebaliknya. Ketika pacaran pun kami gada jaim-jaiman, karena percuma aja jaim karena udah tahu jeleknya dimana hahaha. Sampai sekarang menginjak usia 10 tahun pernikahan pun kami tetap seperti teman tapi menikah πŸ™‚

Setelah menikah selama ini, menurut saya yang harus diterima dalam sebuah hubungan itu bukanlah kelebihan pasangan karena siapapun pasti senang dengan kelebihan seseorang ya ga? ga akan perlu effort untuk menerima kelebihan. Maka selidikilah kekurangannya, karena manusia pasti ada kekurangan. Kalau kekurangannya bisa kita terima ya lanjut ke jenjang selanjutnya, kalau ga bisa ya cari yang lain sebelum janur kuning melengkung, hehe

4.Orang Padang yang Nggak Suka Pedas

Meski dari lahir tinggal di Palembang, sebenarnya saya asli Padang. Dari Ibu Ayah sampai ke darah saya, silsilahnya masih Padang semua. Tapi sebagai orang Padang asli, saya ga suka banget makanan pedas.

Jangan salah. Lidah saya sangat berteman dengan cuka pempek lho. Meski pedas, tapi cuka pempek kan masih ada rasa manis-manisnya ya. Coba kalau masakan Padang, beuh ya ampun itu pedesnya nyiksa saya banget.

Makanya dulu ketika masih ABG dan masih sering ngintilin ibu dan ayah pergi kondangan, biasanya saya tanya dulu ini ke kondangan siapa? di rumah atau di gedung? Kalau dibilang ke kondangan orang Padang tapi di gedung biasanya saya masih mau ikut karena masakan gedung biasanya udah dikondisikan kadar kepedasannya biar ga nyelekit.

Tapi kalau dibilang ini kawinan orang Padang dan acaranya di rumah biasanya saya mengkerut duluan terus ga mau ikut karena PASTI MAKANAN DISANA PEDES MATI SEMUA. Ahahahaha

5.Lentera Jiwa

Saya pernah bekerja kantoran selama kurang lebih 10 tahun. Kemudian suatu hari hati merasa sangat ter-iris ketika mendengar lagu Nugie yang Lentera Jiwa ga jelas kenapa. Akhirnya saya merenung dan ga lama kemudian memutuskan untuk resign dan bekerja dari rumah alias remote worker.

Remote worker sebagai apa? kebanyakan menulis sih. Dan saya juga menjadi researcher untuk salah satu web dan tergabung dalam sebuah tim. Terus…sekarang udah ga ngerasa sedih lagi ketika denger lagu Nugie dong πŸ˜€


Yak itulah 5 fakta tentang saya yang ga penting tapi tetep harus diceritain karena tuntutan challengenya BPN hahaha. Mudah-mudahan saya tidak membuat teman-teman bosan. Ini saya jadi nengok-nengok tema challenge selanjutnya. Mudah-mudahan temanya nggak ada yang ‘ajaib’ lagi ya hahaha

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

6 Comments

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: