ShanghaiMissingFloors
Yang bikin ga bisa ngitung – from wikipedia

Suatu ketika saya dan teman-teman blogger naik lift di sebuah hotel tempat diadakannya pertemuan blogger daerah.

‘lantai berapa acara kita?’ salah satu female blogger bertanya, siap-siap menekan tombol nomor lantai di dinding lift.

‘ehm, di undangannya sih lantai 3’ jawab saya

‘Aneh ya. Hotel ini kenapa tidak ada lantai empatnya? Dari lantai 3 langsung ke 5. Apa yang bikin lift lupa narok angka 4nya? tapi ga mungkin kan ya?’ tanyanya dengan gestures yang kocak, saya tertawa.

‘Rasanya memang kalau ke hotel lantai 4 kebanyakan ga ada neng. Dari lantai 3 pasti langsung ke 5’ saya menjelaskan.

‘Wah kog bisa gitu ya? Pelajaran berhitungnya lulus ga tuh yang bikin lift? hahahahaha’ Kami tertawa bersama


Saya juga teringat jumlah lantai yang ada di Palembang Icon Mall. Sekiranya berjumlah 5 lantai, namun manajemen Mal menuliskan pembagian lantai menjadi Ground, Upper Ground, Lantai 1, Lantai 2, Lantai 3. Sehingga di lift tertulis (G), (UG), (1), (2), (3).

Apakah ini salah satu menghindari penulisan angka 4? bisa jadi.

Lah lalu apa dosa si angka 4 ini sampe gedung-gedung hotel hingga Mal sepertinya ‘enggan’ menuliskan angka 4 di lift; bahkan men-skip-angka ini hingga ia tak eksis di manapun?


 

Disclaimer : Tetrafobia, Mitos angka 4 dan Fobia angka 4 ini sebenernya asli mitos ya, jadi kita ngobrol ini buat pengetahuan saja, percaya atau ndak dikembalikan ke kepercayaan masing-masing.

 

Mitos pertama : Bentuknya

1345968344_chair-upside-down
Woy benerin lagi woy! 😀

Angka 4 itu bentuknya seperti kursi terbalik, sehingga konon penggunaannya dapat membuat kedudukan dan jabatan yang dimiliki akan turun atau jatuh. Atau rejeki juga bisa jatuh. Atau Jodoh juga bisa jatuh. Sukur-sukur mantan yang jatuh ke got *eh

 

Mitos kedua : Artinya Bagi Jepang, China, Korea dan Taiwan

124948-matte-white-square-icon-culture-chinese-number4-sc17

Dalam bahasa Tionghoa, angka satu dibaca (iy) angka dua (er) angka tiga (san) angka empat (shi). Nah ternyata, pelafalan (shi) ini juga memiliki pelafalan yang sama dengan kata (kematian). Sehingga penggunaannya sangat dihindari oleh hotel, gedung bertingkat, rumah sakit dan pesta pernikahan – karena dianggap sial.

 

Mitos Ketiga : Mempengaruhi Harga Properti

gambar dari noteatoday.files.wordpress.com
gambar dari noteatoday.files.wordpress.com

Konon, bangsa China juga menghindari nomor 4 untuk properti yang dimiliki. Ataupun kalau memiliki properti dengan nomor 4, harganya cenderung lebih rendah daripada properti dengan nomor yang tidak terkandung angka 4.

Jadi hati-hati yang rumahnya angka 4, 14, 24, apalagi 44 – jangan protes kalau harganya ditawar lebih murah dibanding rumah sebelah; sambil ngomel-ngomel rumput tetangga selalu lebih hijau, hihi.

 

Mitos Ke-Empat : The lucky thirteenth

600px-MA_Route_13.svg

Bila angka 13 dihindari oleh budaya barat karena dianggap sial, orang China ternyata juga menghindari angka 13 karena terdiri dari angka 1 dan 3.

Lah kepiye kan ga ada angka 4 nya??

Masak sih? coba deh dijumlahin. 1 dan 3 bila dijumlahkan (ujung-ujungnya) juga menjadi angka 4! wakakaka 😀


 

Nah itulah mitos-mitos yang mendasari tidak adanya angka 4 di sejumlah bangunan tinggi di sekitar kita. Jadi besok-besok udah ga nuduh yang punya gedung ga bisa berhitung lagi dong yaaa karena udah tau mitos yang melatarbelakanginya, hehehe.

Tapi kalau elu sendiri percaya ga Na?

Jujurnya sih ga percaya yaaaa…LHA GIMANA MAU PERCAYA KALAU TANGGAL LAHIR SAYA SENDIRI ITU ADALAH ANGKA 14 ????****@@@####!!! *nangis bombay*

 

Terus kalau kamu gimana? percaya ga sama mitos angka 4 ini? 🙂

 

 

Advertisements

9 Comments

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.