Advertisements
Financial Story

Hikmah Wakaf untuk Kini dan Nanti dengan Asuransi Brilliance Hasanah Maxima dari Sun Life

Ketika menerima undangan Kopdar Wakaf Pasti Kini Nanti dari Sun Life, saya gagal paham. Benak saya sibuk mencari benang merah yang dapat saya tarik dari Asuransi dan Wakaf. Kenapa keduanya bisa disandingkan oleh Sun Life padahal notabene adalah dua hal yang berbeda?

Sun Life merupakan salah satu perusahaan asuransi ternama dengan kantor pusat bertempat di Toronto, Kanada. Mengenai reputasi tentu saya tak ragu. Karena saya tahu bahwa Sun Life telah memiliki pengalaman lebih dari 150 tahun, meski di Indonesia baru 23 tahun saja. Maka hadirlah saya ke Logo House Fashion and Food Bar Palembang, untuk menuntaskan rasa ingin tahu saya.

Ngomong-ngomong, teman-teman tentu sudah tahu mengenai wakaf, bukan?

Menurut Wikipedia, Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (pihak yang melakukan wakaf) untuk memisahkan dan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum sesuai syariah.

wikipedia.org

Jadi misalnya teman-teman memiliki tanah beserta rumah, lalu teman-teman memutuskan untuk menyumbangkan tanah dan rumah tersebut untuk dijadikan PAUD secara cuma-cuma, maka itulah yang dinamakan wakaf.

Di dalam Islam, amalan ibadah wakaf adalah amalan Jariyah – yaitu amalan yang tak terputus nilainya baik ketika si pewakaf masih hidup maupun ketika si pewakaf telah wafat. Dalam artian pahala wakaf terus mengalir untuk orang yang mewakafkan hartanya baik di dunia hingga akhirat.

Lalu kembali ke pertanyaan awal, apa memang ada hubungannya antara wakaf dan Asuransi? setelah saya mengikuti acara Kopdar Wakaf Kini dan Nanti serta mendengarkan penjelasan dari Chief Syariah Business Sun Life Bapak Norman Nugraha, saya mendapatkan pandangan yang jelas mengenai keduanya. Yuk disimak.

Sebagai salah satu negara yang penduduknya sebagian besar memeluk agama Islam, potensi wakaf di Indonesia diperkirakan dapat mencapai angka 180 triliun Rupiah. Suatu angka yang sangat luar biasa. Bayangkan jika seluruh nilai tersebut dapat dihimpun dan diberdayakan untuk kepentingan masyarakat.

Namun percayakah teman-teman bahwa pada tahun 2017, potensi wakaf di Indonesia yang tercatat hanya senilai 400 miliar rupiah saja? Kenapa bisa begitu?

Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah stigma di masyarakat yang memiliki pandangan bahwa wakaf haruslah berupa harta benda saja, seperti rumah atau tanah atau bangunan, sehingga banyak dari kita yang menunggu punya banyak harta baru berwakaf.

Padahal sebenarnya, uang juga bisa diwakafkan, lho. Lalu, jika uang bisa diwakafkan bukankah jadinya ambigu antara Zakat, Infaq dan sodakoh? jadi gimana dong?

Untuk menjawab hal tersebut, mari kita menilik kembali perbedaan Wakaf, Zakat dan Infaq.

Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Zakat merupakan rukun ketiga dari rukun Islam.

wikipedia.org

Karena merupakan rukun, maka hukumnya Zakat adalah wajib. Jika dikerjakan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan berdosa. Sedangkan Infaq memiliki pengertian sebagai berikut :

Infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat (hukumnya wajib) dan non-zakat (hukumnya sunah). Infak wajib di antaranya zakat, kafarat, nazar, dan lain-lain. Infak sunah di antaranya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dan lain-lain.

wikipedia.org

Yang membedakan wakaf dari Infaq dan Sodaqoh adalah adanya pihak pengelola aset wakaf (nazhir) yang memastikan bahwa uang atau harta benda yang diwakafkan dapat terus digunakan dan bermanfaat sebagai mana mestinya. Wakaf juga hukumnya sunah; jika dikerjakan mendapat pahala; jika tidak dikerjakan tidak berdosa.

Namun bagi umat islam, bisa mewakafkan harta tentu merupakan impian. Karena pahalanya berupa amal jariyah yang tak terputus mengalir baik kini ketika masih di dunia, atau nanti ketika sudah kembali. Sehingga kalau ada yang bilang “jangan terlalu ngoyo mengejar harta, karena harta tak akan dibawa mati” itu tidak sepenuhnya benar. Karena harta (ternyata) bisa banget kok dibawa mati, salah satunya ya itu tadi, dengan cara wakaf.

Jadi gimana, tertarik buat bisa wakaf sekarang juga kan ya?

Iya kepingin sih wakaf dari sekarang, tapi bagaimana caranya?. Nah teman-teman, Sun Life memiliki solusinya nih. Adalah Chief Syariah Business Sun Life Bapak Norman Nugraha yang menjelaskan mengenai Asuransi Brilliance Hasanah Maxima yang menggabungkan manfaat asuransi dan hikmah wakaf.

Asuransi ini merupakan produk asuransi jiwa berbasis syariah yang sekaligus dapat membantu masyarakat untuk menjalankan ibadah wakaf secara berkala. Bagaimana caranya? yaitu dengan cara mengelola uang dengan wakaf polis asuransi hingga 45% dan mewakafkan 30% dari manfaat investasi dari polis tersebut.

sunlife.co.id

Batasan tersebut ditentukan berdasarkan fatwa DSN-MUI yang menyatakan bahwa manfaat investasi harus tetap bisa dinikmati oleh ahli waris pemegang polis. MUI juga telah mengeluarkan Fatwa DSN-MUI No 16/DSN-MUI/X/2016 mengenai wakaf manfaat asuransi yang diperbolehkan oleh MUI.

Produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima ini juga didukung oleh agen yang telah tersertifikasi wakaf – yang dikeluarkan oleh Sun Life bekerjasama dengan DSN Institute dan Badan Wakaf Indonesia. Jadi baik dasar hukum fatwa, hingga agen Sun Life yang memasarkan produk ini bisa diandalkan pengetahuannya tentang wakaf.

Lalu timbul pertanyaan : Sun Life sebagai perusahaan asuransi yang berfokus pada bisnis, bagaimana kok bisa menghandle wakaf dan menjamin bahwa wakaf tersebut digunakan dengan baik?

Dalam hal ini, Pak Norman menjelaskan bahwa dalam menyalurkan dana wakaf, Sun Life bekerjasama dengan nazhir yang terpercaya. Seperti Rumah Wakaf, Dompet Dhuafa, Badan Wakaf Indonesia, serta 174 lembaga yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Jadi uang wakaf kita langsung diserahkan kepada pihak yang sudah terbukti amanah dalam memanfaatkan dana wakaf. Nah, nantinya sebagai pertanggung jawaban kepada pemegang polis, Sun Life secara berkala akan memberikan informasi mengenai uang wakaf yang disalurkan.

Dengan ikut serta dalam asuransi ini, kita tidak harus menunda wakaf sampai nanti kalau kita punya banyak uang atau punya harta yang eligible untuk diwakafkan. Kita bisa melakukan wakaf mulai dari sekarang karena #LebihBaik sekarang. Mudah-mudahan amal jariyahnya terus mengiringi kita dari saat ini hingga nanti. Amin kan? amin dong ๐Ÿ™‚


Setelah mendengarkan penjelasan Pak Norman, saya menjadi mengerti bahwa Asuransi Brilliance Hasanah Maxima merupakan Asuransi Syariah yang bisa memberikan kita berbagai benefit.

Yang pertama, tentu benefit proteksi. Sebagai produk asuransi, Brilliance Hasanah Maxima bisa memberikan kita rasa perlindungan jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Benefit ke dua adalah benefit kebaikan, karena di dalam ibadah pasti mengandung kebaikan.

Yang ke tiga adalah benefit ibadah karena polisnya yang syariah, dan sudah disahkan melalui fatwa MUI.

Benefit ke empat adalah nilai sedekah Jariyah karena adanya manfaat dan hikmah berwakaf. Dengan asuransi ini pula kita tak perlu menunggu punya uang banyak atau punya rumah atau tanah yang bisa disumbangkan, lalu bisa wakaf. Kita bisa memulainya sekarang juga, dengan jumlah polis yang disesuaikan dengan kemampuan kita. Sehingga Insya Allah dengan wakaf pahalanya akan terus mengalir dari kini hingga nanti. Mantap ya.

Yang ke lima adalah nilai kontribusi terhadap pembangunan karena melalui sumbangan dana wakaf kita, kita dapat berkontribusi untuk kebaikan umat, masyarakat dan negara.

Jadi gimana, tertarik untuk punya produk Asuransi ini juga? teman-teman bisa menghubungi cabang Sun Life terdekat di kota teman-teman; atau menghubungi Sun Life melalui akun sosial media berikut :

Sun Life Financial|www.sunlife.co.id |twitter : @SunLife_ID |Instagram : @sunlife_id |Facebook page :
https://www.facebook.com/SunLifeIndonesia/

Baca ini juga yuk! : Because Money Looks Better in the Bank than in Your Wardrobe


Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

25 Comments

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: