Advertisements
Financial Story

Inilah Salah Satu Peran Penting BI Checking atau SLIK OJK

Bagi kita yang pernah mengurus kredit perumahan (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB) atau kredit lainnya dari Perbankan, mungkin sudah pernah mendengar mengenai BI Checking atau Sistem Informasi Debitur (SID) dari Bank Indonesia. Dengan BI Checking kita dapat mengetahui bagaimana riwayat pinjaman yang pernah seseorang lakukan, baik di perbankan maupun di Lembaga Pembiayaan lainnya.

Sistem Informasi Debitur (SID) adalah sistem yang mempertukarkan informasi debitur dan fasilitas kredit dari Bank dan Lembaga Pembiayaan.

Nah, kabar terbaru adalah per 1 Januari 2018 ini, fungsi BI Checking sudah beralih ke SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi per 1 Januari 2018, ketika kita akan memeriksa BI Checking, kita tidak pergi ke BI (Bank Indonesia) lagi, melainkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Dilansir dari situs KOMPAS, Bank Indonesia (BI) mengalihkan fungsi pengaturan, pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Perkreditan (SIP) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.Β Selanjutnya, pengelolaan sistem informasi perkreditan hanya dilaksanakan oleh OJK melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang akan diimplementasikan secara penuh mulai 1 Januari 2018.

Saya teringat ketika saya masih bekerja di Perbankan dan Lembaga Keuangan, beberapa nasabah memang pernah mempertanyakan apa fungsi dan kegunaan dari BI Checking.

“Eh Mbak Nina, itu BI Checking fungsinya apa?”

“Untuk apa sih ada BI Checking? bikin repot”

“Ribet amat mengurus kredit di Bank hanya karena BI Checkingku bermasalah. Emang penting banget ya BI Checking itu?”


Prinsip 5C’s of Credit

Ketika saya mengikuti Pendidikan di Perbankan dulu, kami diberikan beberapa alasan mengapa BI Checking atau SLIK OJK harus ada. Salah satu alasan paling sederhana terkait dengan penerapan Prinsip 5C’s of Credit.

Apa sih Prinsip 5C’s of Credit itu?

Menurut Investopedia The five C’s of credit is a system used by lenders to gauge the creditworthiness of potential borrowers. The system weighs five characteristics of the borrower and conditions of the loan, attempting to estimate the chance of default. The five C’s of credit are character, capacity, capital, collateral and conditions.

Secara sederhana, prinsip 5C’s of credit adalah suatu prinsip dasar yang digunakan oleh pihak kreditur kepada calon debitur. Atau prinsip yang digunakan oleh pihak perbankan kepada calon peminjam apakah mereka layak untuk mendapatkan pinjaman ataukah tidak.

Terus apa saja ke 5 poin dari 5C’s of credit itu?

1.Character

Character artinya… ya karakter. Perbankan percaya bahwa Karakter merupakan hal yang utama sebagai dasar penilaian ketika akan memberikan pinjaman (kredit) kepada seseorang. Kenapa Character ada di urutan pertama akan dijelaskan lebih lanjut.

2. Capacity

Adalah penilaian mengenai kapasitas kemampuan anda membayar pinjaman sebagai peminjam, tergantung jenis kredit yang anda ajukan. Sebagai contoh, Misalkan anda seorang karyawan ingin meminjam uang dengan jumlah 100 juta rupiah, dengan tempo 12 bulan. Gaji anda per bulan adalah 30 juta rupiah.

Asumsi bahwa pinjaman ini tidak dikenakan bunga, maka total cicilan per bulan menjadi Rp8,3 juta. Karena jumlah cicilan tidak lebih nilainya dari 30% gaji anda per bulan, maka Bank akan memandang anda memiliki kapasitas yang baik untuk bisa membayar pinjaman setiap bulannya.

Ini hanya contoh, karena tiap-tiap bank memiliki pertimbangannya sendiri dalam menilai Kapasitas calon debiturnya.

3.Capital

Untuk sebuah usaha, Capital sangat penting untuk diketahui, bagaimana pemasukan dan pengeluaran usaha anda, aset anda dan lain sebagainya. Informasi ini dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan atau Rekening Koran (RK) tabungan dari suatu individu.

4.Collateral (Jaminan)

Apa jaminan yang kita miliki, dan apakah jaminan tersebut sebanding dengan nominal yang kita pinjam. Untuk ini pihak perbankan akan melakukan survei dan penilaian terhadap aset yang kita jaminkan.

5.Condition

Bagaimana prospek kondisi usaha anda kedepannya, bagaimana kondisi makro dan mikro suatu daerah kedepannya. Apakah kondisi tersebut bisa mempengaruhi kemampuan anda dalam membayar pinjaman?

Misalkan seorang petani karet mengajukan pinjaman ke Bank. Namun karena – misalkan – harga karet sedang jatuh dan di pasar internasional nilainya menurun tajam, Bank akan mempertimbangkan untuk menunda memberikan pinjaman kepada petani karet hingga beberapa waktu kedepan.

Pada intinya Bank menerapkan Prinsip 5C ini untuk mengantisipasi timbulnya kredit yang macet. Karena Bank juga merupakan Badan Usaha, yang kalau kreditnya kebanyakan macet ujung-ujungnya yang rugi Bank juga. Iya kan?


Character, Character, Character

Kembali ke Character sebagai C yang pertama. Sebegitu pentingkah Karakter seseorang atau lembaga, hingga ia ditempatkan di urutan yang pertama?

Sangat penting.

Sebagai contoh,

Misalkan jika kita memiliki teman yang meminjam uang ke kita, janji sebulan lagi dibayar. Teman ini jauh tempat tinggalnya – katakanlah anda tinggal di Palembang sementara sang teman tinggal di Ujung Berung. Ketika ia berjanji akan membayar pinjamannya sebulan lagi, maka IA AKAN BENAR-BENAR MEMBAYARNYA SEBULAN LAGI. Meski ia jauh. Meski anda tak bertemu dengannya setiap hari.

Ketika seorang memiliki karakter yang bertanggung jawab, akan ada 1001 satu cara yang akan ia tempuh untuk membayar utangnya tepat waktu. Ketika ia meminjam uang kepada anda kembali, anda tak akan ragu meminjamkannya, bukan? karena ia memiliki rekam jejak yang baik di benak anda.

Sebaliknya,

Anda memiliki teman satu kantor yang meminjam uang kepada anda, dan berjanji akan membayarnya sebulan lagi.

Ketika sebulan lagi telah lewat eh dia woles saja, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Malah kalau bertemu kita, ia cenderung menghindar. Kalau kita tagih utangnya, ia menatap kita seolah berkata ‘maaf, kamu siapa ya?’. Lhaaa ia mendadak amnesia!

Ehyandalah, ketika minjam uang cepat dan dengan wajah memelas, pas ditagih kok kayak kita yang punya utang. Dari sini kita sudah bisa menilai bahwa teman satu kantor ini memiliki karakter yang Tidak Bertanggung Jawab. Meskipun kita bertemu setiap hari dengannya, meskipun ia memiliki uang yang cukup untuk membayar pinjamannya, namun kalau karakternya seperti ini tetap saja sulit baginya untuk membayar utangnya. Pernah kenal dengan orang yang karakternya seperti ini?

Lalu jika anda sudah mengetahui seseorang dengan karakter yang demikian, apakah anda mau meminjamkan uang anda kembali kepadanya? karena anda menyadari bahwa karakter buruk seseorang sulit untuk diubah dalam sekejap, saya yakin siapapun pasti merasa berat (bahkan tidak mau lagi) untuk meminjamkan uang kembali kepadanya, bukan?

Bank juga seperti ini. Mereka akan mengantisipasi individu atau lembaga dengan rekam jejak karakter seperti ini.

Hayoo sekarang, bagaimana dengan karakter kita sendiri?

“lhaaaa terus kalau Karakter ada di poin yang pertama dalam penilaian pemberian kredit, darimana Bank tahu bagaimana Karakter saya? kan orang Bank ga kenal saya secara pribadi?”

Pertanyaan yang bagus! ehe

Jangan dibayangkan bahwa orang Bank akan langsung stalking Facebook, Instagram, Twitter anda untuk mengetahui karakter anda.

Jadi, dari mana pihak bank mengetahui karakter calon peminjam?

Salah satunya dari BI Checking atau yang sekarang dikenal dengan SLIK OJK.

Melalui BI Checking atau SLIK OJK, perbankan dapat melihat riwayat pinjaman kita terdahulu. Kapan kita meminjam. Di Bank mana kita meminjam. Apakah kita membayar tepat waktu atau tidak. BAGAIMANA KARAKTER KITA SEBAGAI DEBITUR (PEMINJAM) terekam disini.

BI Checking atau SLIK ibarat ‘raport’ yang menunjukkan nilai-nilai kita selama menjadi debitur (Peminjam). Dalam artian kalau nilainya bagus, berarti kita adalah seorang debitur dengan karakter yang bagus.

Lalu sebaliknya jika nilai kita jelek, itu artinya karakter kita jelek. Apakah seperti itu?

Ada banyak sebab yang membuat BI Checking kita terekam jelek. Bisa karena kita yang lupa membayar tagihan, bisa karena terkena force majeur (Bencana Alam), bisa karena bisnis yang bangkrut, atau memang karakter kita memang jelek dalam membayar pinjaman.

Pun jika kita bisa menjelaskan kepada pihak Bank mengapa nilai kita jelek di SLIK OJK, pihak Bank akan memiliki pertimbangannya tersendiri. Meski tentu saja nilai yang bagus lebih menegaskan Karakter kita yang teruji dan terbukti sebagai debitur.

Adapun nilai-nilai dari BI Checking atau SLIK OJK adalah :

1.Kolektibilitas 1 (Lancar), Jika kita membayar pinjaman selalu tepat waktu.

2.Kolektibilitas 2 (Dalam Perhatian Khusus), Jika kita menunggak dalam jangka 2 bulan.

3.Kolektibilitas 3 (Kredit Tidak Lancar), Jika kita menunggak 3 hingga 6 bulan.

4.Kolektibilitas 4 (Kredit Diragukan), Jika kita menunggak hingga waktu jatuh tempo yang ditentukan.

5.Kolektibilitas 5 (Macet), Jika kita menunggak lebih dari waktu jatuh tempo yang ditentukan.

Dan penilaian rekam jejak ini termasuk ketika kita menggunakan kartu kredit ya. Jadi waspadalah, waspadalah! jangan sampai menunggak jika tidak ingin karakter kita terciderai dan terekam jelek di SLIK OJK.


Sebenarnya ada banyak fungsi lain dari BI Checking dan SLIK OJK, namun saya tidak memiliki kompetensi untuk menjelaskan lebih detil mengenai hal ini. OJK menyediakan hotline untuk kita yang ingin mendapatkan informasi lebih seputar SLIK OJK di 1500655. Saya sudah mencoba hotline ini dan petugasnya sangat helpful dalam memberi informasi πŸ™‚


Conclusion

Karakter berada di urutan nomor satu dalam 5 Prinsip Pemberian Kredit.

Perbankan memiliki cara-cara tersendiri untuk menilai karakter calon debiturnya. BI Checking atau SLIK OJK merupakan salah satu cara untuk melihat karakter calon debitur. Ada banyak fungsi lain dari BI Checking atau SLIK OJK selain media untuk menilai karakter calon debitur.

Kiranya kita berusaha agar reputasi karakter kita tidak terciderai dan terekam jelek dalam SLIK OJK.

Silahkan hubungi Hotline OJK di 1500655 atau hubungi OJK di kota anda untuk informasi lebih lanjut.

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

6 Comments

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: