Advertisements
Experiences

[Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge] Day 1: Kenapa Menulis Blog?

Perkenalan saya pertama kali dengan blog adalah ketika saya baru lulus kuliah dari salah satu Universitas di Palembang. Perjuangan mencari pekerjaan pun dimulai. Karenanya, menyambangi warnet menjadi agenda wajib setiap beberapa hari sekali. Maklum, pada jaman itu jaringan internet masih terasa mewah untuk digunakan di rumah sendiri.

Di tahun-tahun tersebut, tak banyak yang bisa saya perbuat dengan internet. Ketika ke warnet yang saya lakukan hanyalah browsing pekerjaan, membuka email, lalu main friendster. Jujurnya waktu itu saya merasa bosan. Hingga saya membaca tulisan seorang teman di blog Friendster.

Sebelumnya saya sudah mengenal blog dari buku Kambing Jantannya Raditya Dika. Tapi untuk memulai menulis di blog rasanya saya belum percaya diri. Namun melihat teman berani menulis di Friendster, saya lalu tergerak untuk melakukan hal yang sama.

Sebenarnya saya sangat hobi menulis. Ketika dulu Internet belum booming seperti sekarang, saya bisa menulis di mana-mana. Mulai dari menulis di buku harian, hingga menulis di file word tanpa nama. Menulis bagi saya adalah sebuah kebutuhan dan sebuah kebiasaan yang susah dihilangkan. Pikiran yang kusut rasanya bisa terurai dengan menulis. Pun dengan perasaan yang gundah, bisa kembali lega setelah saya menulis.

Blog Pertama

Akhirnya, saya mulai membuka blog pertama saya di Friendster. Namanya Life is Beautiful. Isinya? kebanyakan tentang saya dan cerita seputar perjuangan saya mencari kerja. Setelah saya mendapatkan pekerjaan lalu ditugaskan di Bangko Jambi, saya masih aktif menulis di sana.

Agak ajaib memang karena waktu itu operating system ponsel masih symbian dan tak ada warnet di desa. Namun saya tetep kekeuh menulis di ponsel symbian yang sistem menulisnya dengan menekan tombol angka ponsel beberapa kali untuk mendapatkan huruf yang sesuai.

Kalau dipikir sekarang saya heran sendiri. Kok bisa menulis hingga 500 atau 1000 kata dengan sistem keypad yang demikian. Mungkin ini yang dinamakan cinta, sehingga tetap di jalani meskipun sulit πŸ™‚

Ketika Kerja di Belitung

Setelah di mutasi ke Belitung saya tetap konsisten menulis blog di Friendster. Enaknya di Belitung, karena di sana sudah ada sebuah warnet yang letaknya agak jauh dari rumah kontrakan saya, sehingga saya tidak perlu menulis di hp. Blog menjadi pelarian ketika kesepian, ketika butuh teman untuk curhat, ketika butuh wadah untuk sekedar berkontemplasi terhadap diri sendiri.

Lalu tibalah saat dimana Friendster jalan dengan terseok-seok. Dan tak lama kemudian di berangus. Semua tulisan curhatan saya hilang begitu saja tanpa sempat saya membackupnya. Sampai sekarangpun jika ingat tulisan-tulisan saya yang ada di blog pertama saya merasa sangat sedih. Yah meskipun penuh dengan tulisan alay namun kenangannya kan tak tergantikan ya πŸ™

Ngeblog di Jaman Sekarang

Di jaman sekarang, ngeblog semakin asik, karena ada banyak hal yang kita bisa dapatkan dari blog. Ini beberapa di antaranya :

Harus Terus Belajar

Saat ini saya menulis menggunakan platform wordpress. Kenapa wp? karena saya merasa nyaman menggunakannya dibandingkan dengan platform lainnya. Awal mula saya menulis di wp, pengetahuan saya tentang plaform ini adalah nol besar. Akhirnya saya belajar melalui internet bagaimana menggunakan wp dengan baik dan benar, hingga sekarang.

Karena kegiatan ngeblog berkaitan erat dengan teknologi, mau tak mau saya harus mengikuti arah teknologi blog melaju. Setiap ada hal baru saya harus belajar lagi dan lagi. Kalau tidak, saya akan tertinggal karena pengetahuan tidak terupdate.

Rasa Senang ketika Tulisan Kita Bermanfaat

Ada beberapa pembaca blog yang memilih jalur message untuk menanyakan sesuatu mengenai yang saya tulis. Banyak juga yang mengucapkan terima kasih atas informasi yang saya tulis. Apapun, saya senang jika tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Dan itu menjadi bahan bakar yang sangat besar bagi saya untuk tetap konsisten menulis blog.

Menambah Teman

Dulu ketika saya ngeblog sendiri tanpa ikut komunitas rasanya sunyi. Teman-teman saya banyak, namun teman-teman yang memiliki hobi ngeblog seperti saya jarang saya temui. Berkat komunitas, saya bisa berteman dengan teman-teman yang memiliki hobi sama seperti saya. Ternyata rasanya sangat seru dan menyenangkan.

Menambah Pengetahuan

Senangnya jadi blogger karena komunitas blogger sering diundang dalam berbagai acara yang memberikan pengetahuan baru. Selain itu berbagai acara ini juga menjadi ajang bagi blogger untuk bertemu. Jadi jangan heran jika melihat blogger sumringah ketika menghadiri event. Bukan hanya kami mendapatkan pengetahuan baru, namun juga senang karena bisa bertemu dengan teman-teman sesama blogger.

Mendapat Penghasilan

Saya ingat ketika pertama kali saya menulis dan dibayar. Rasanya sangat senang walau nilainya tak seberapa. Meski waktu itu saya masih mendapatkan gaji dari kantor saya, namun mendapatkan uang dari kegiatan yang saya sukai lain lagi rasanya. Mungkin karena inilah Rene Suhardono menekankan pentingnya passion. Karena mendapatkan uang dari passion senangnya tak terkira πŸ˜€

Tapi, ada tapinya nih. Disinilah independensi sebagai blogger diuji. Jangan mentang-mentang dibayar untuk menulis review produk, namun kita tuliskan hal-hal baik berlebihan yang tak ada bukti mengenai produk tersebut. Sebisa mungkin saya tetap menulis untuk pembaca blog dan bukan untuk brand semata, sehingga objektivitas dalam menulis tetap terjaga.


Nah itulah beberapa sebab mengapa saya ngeblog dan mengapa hingga saat ini saya masih ngeblog. Kalau teman-teman sudah punya blog atau belum? kalau sudah kenapa sih mau ngeblog? πŸ™‚

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

4 Comments

  • Ata

    Banyak juga yang join Challenge-nya BP ini. Semangat Kak, semoga lancar One Day One Post ya. πŸ˜€

    Dulu aku pun suka nulis di Friendster, jaman masih abege kinyis-kinyis dengan bahasa alaynya tentu aja hahaha. Sekarang kalo diinget pengin nutup muka saking malunya, tapi gapapa proses pendewasaan. Tsaaaaah. Sepakat dengan poin menambah temen, aku pun kenal banyak orang dari blog. Salah satunya Kak Nina. πŸ™‚ Trus tulisan tentang review hotel yang di SG membantuku pas mau liburan tahun lalu. Semoga terus bermanfaat tulisan-tulisannya Kak!

    • NinaFajriah

      Iya Ta, kepingin ikutan biar ada tulisan organik lagi wkwkwkwk.Sama-sama Ata, rasanya senang bisa mengenal Ata dan teman-teman lainnya dari ngeblog. Makin banyak yang dikenal makin nagih ngeblognya akutu. Alhamdulillah kalau tulisannya bermanfaat, memang itu tujuan utama sih ya. Biarlah masa alay kita dengan friendster (((duile kita))) menjadi kenangan dan jangan diulangi di blog yang baru, malu πŸ˜€

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: