Obrolan Awam : Antara Jas Kingsman dan Sepatu Jurassic World

Okee

Jadi gini.

Inget film Kingsman The Secret Service yang menjadikan film tersebut sebagai ‘kendaraan’ untuk memperkenalkan sekaligus mengiklankan brand suit pria dengan merk yang sama dengan judul filmnya : Kingsman?

Siapapun pasti terpesona *sok iyes bahasanya ya πŸ˜€ * dengan penampilan Colin Firth yang menggunakan jas rapi layaknya seorang royal highness. Terlihat keren, berwibawa, sekilas kayag eksekutif muda, eh ternyata mata-mata. Pak Colin terlihat Perfect di suit tersebut yang membuatnya sangat keren sekeren George Clooney. Bedanya Pak Colin ga punya istri secihuy Amal Amaluddin Clooney *abaikan*

Sejatinya, Sutradara Kingsman Matthew Vaughn memang β€˜sengaja’ membuat filmnya sebagai media perkenalan bagi Brand Pakaian Pria Kingsman untuk turut launching bersama filmnya.

Jadi semua Koleksi brand Kingsman ini adalah hasil dari kolaborasi kreatif antara desainer pakaian; Arienne Phillips, sutradara Matthew Vaughn, dan pelaku bisnis online ecommerce, MR PORTER, serta sejumlah brand klasik di Inggris.

Pemikiran yang oke banget sih ini,

Udah filmnya bagus, ceritanya unik, wardrobenya keren abis, pake strategi marketing blue ocean lagi.. *terpesona*

Nah di Jurassic World kita bisa melihat celah yang sama, yang terbentuk tanpa sengaja.

We gonna take a look on Claire’s clothes and shoes.

yang pertama,

Mbak Claire bekerja di taman hiburan yang asetnya berupa DINOSAURUS. Sebagai layaknya Manajer Operasional yang harus memeriksa asetnya sewaktu-waktu, pilihan berpakaian Claire menggunakan blus, rok dibawah lutut dan sepatu high heels agak di luar kebiasaan;

sedangkan most of woman pada umumnya – if they were her- akan memilih menggunakan kaus polo atau kemeja, celana jeans atau celana bahan, flat shoes atau boots atau sneakers atau sendal jepit swallow.

Tapi karena model pakaian mbak Claire terkesan ‘konservatif’ dengan warna yang ‘plain’ kita bisa abaikan mengenai pakaian.

yang kedua,

Entah disengaja atau tidak, ada yang (diam-diam) mencuri perhatian.

Yang jelas kehadiran sepatu Claire berupa heels sekira 7cm berwarna beige itu (ternyata) membuat kagum audiens.

Kenapa kagum? karena terlalu absurd.

Se parno-parnonya mbak Claire sebagai wanita, ga akan ada wanita normal yang sanggup jatoh-jatohan, seruduk-serudukan, jongkok-jongkokan, kejer-kejeran dengan Dinosaurus MENGGUNAKAN HEELS DI KAKINYA!

Ya elah, di kantor aja pake heels cuma pas mo ketemu Pihak Ketiga doang, seterusnya flat shoes atau sendal jepit yang berjaya *itu kan elu aja kali nin* #abaikan

Yang sangat disayangkan adalah, sebegitu besarnya perhatian media kepada high heelsnya Claire *ternyata setelah saya googling banyak juga media barat yang membahas tentang keluar biasaan ini* tapi sayangnya kita TIDAK TAHU APAPUN mengenai sepatu tersebut.

Apa MERK nya? – Itu pertanyaan utama

Kenapa bisa begitu kuat sepatunya? – Itu pertanyaan selanjutnya

Kog bisa tahan-tahannya Claire lari menggunakan sepatu yg ada heels nya? – penonton penasaran jadinya

Dan dalam hal inilah ada sesuatu yang kurang.Β  Yang kosong. Yang tidak terjelaskan.

Saya membayangkan jika dari awal sudah diperkirakan kehebohan akan keluarbiasaan Claire and heelsnya, ini bisa menjadi media yang efektif untuk beriklan ke seluruh dunia. *Karena umum juga kali kalau sebuah film diselip -selipin berbagai macam produk. Tapi heels itu menjadi luar biasa karena ‘salah film’ dan ‘salah tempat’. Sekira di film Devil’s Wear Prada atau di Sex and The City mungkin terlihat lebih wajar πŸ˜€

Tapi karena *salah film* dan *salah tempat* inilah, sekiranya heels itu punya merk, bahkan apabila ia Brand baru yang belum lama jam terbangnya, kemungkinan besar akan langsung terkenal dan diingat orang. Secara ga setiap hari kita melihat seorang cewe kejer-kejeran dengan dinosaurus pake high heels. Luar binasa, luas binara.

Sehingga bila dibandingkan, Kingsman sangat matang memanfaatkan celah, membuat film sekaligus mempromosikan produk, sekali mendayung dua pulau terlewati.

Sedangkan Jurassic World has missed this spot. Padahal Euforianya sudah PAS. Ah, sayang banget! Atau mungkin – di benak saya – pihak Jurassic sudah menawarkan kepada brand sepatu tertentu tapi ga ada yang mau; we’ll never know.

Yang pasti ketika Pasca Kingsman beredar, situs e-commerce Mr Porter sudah mulai kebanjiran permintaan jas dan pernak pernik Kingsman. Wajar karena terkena efek dari filmnya yang ga main-main juga kerennya.

Sedangkan sepatu heels Claire hanya bisa dibicarakan blogger, dikupas banyak media, dari sekian banyak review film Jurassic World – tanpa tahu apapun mengenai sepatu high heels yang menghebohkan tersebut. πŸ™‚

 

Advertisements

2 Comments

Cool People Say :