Kenapa Orang Palembang Masih Mau Naik Becak?

palembang-(558)
Gambar dari infopublik dot id

Salah satu asyiknya punya blog adalah terkadang kita mendapatkan pertanyaan ‘mengezutkan’ dari mesin pencari – yang mengarahkan jawabannya ke blog milik kita.

Antara lain yang pernah saya dapatkan adalah : apa enaknya tinggal di Palembang? Kenapa orang Palembang kasar? gimana cara nyetir yang baik? Kapan Ketemu Jodoh? *eh yang terakhir ini fiktif deng, muahaha*

Nah. minggu lalu, saya mendapatkan sebuah pertanyaan menggelitik di search term :

Kenapa Orang Palembang Masih Mau Naik Becak?

Reaksi saya yang pertama tentu saja tertawa. Pertanyaan ini kog kesannya polos banget, namun selama hidup di Palembang, saya memang ga pernah kepikiran untuk mengajukan pertanyaan serupa. Kalau mau naek becak ya naek aja. Tapi ujung-ujungnya jadi nanya juga,

‘eh iya ya, Kenapa sih Orang Palembang Masih Mau Naik Becak? KENAPA SIH AKU MASIH MAU NAIK BECAK?’ πŸ˜€

Penasaran, saya lempar pertanyaan ini melalui status di Facebook. Setali tiga uang dengan pertanyaannya yang ‘tidak terpikirkan’, ternyata jawaban dari teman-teman saya di facebook juga sama mengezutkannya πŸ˜€

Kenapa Orang Palembang Masih Mau Naik Becak?

1
bener ini. emang becak cuma ada di Palembang aja ya? πŸ˜€
2
+1
3
dingin dong. Kan di becak ada AC. Angin cepoi-cepoi, hehe
4
dibecakpun bisa makan pempek #OrangPalembangGarisKeras
5
+1 +1
6
Alasan yang lengkap. Baik dari segi keamanan maupun kemanusiaan πŸ˜€
8
green peace-ers
9
Confession of Shopaholic
10
Lah bener pulo. Tapi ngapo pulo pacak telindes becak tu mang (telindes : terlindas)
11
demokratis-ers
12
kurang ilmiah gimana coba πŸ˜€
13
cuma dilarang naik kalau ga bayar
14
#PenggemarAnginSepoiGarisKeras
15
seberapa banyak? ratusan? lebih!
20
Mudah digoda. *eh

Seperti yang kita lihat, ternyata lain orang, lain #modus dan alasan untuk naik becak πŸ™‚

Kalau saya sendiri suka naik becak karena saya bisa melihat pemandangan kota Palembang dengan pelan, tanpa capek, sambil dihembus AC (Angin Cepoi-cepoi) dari segala arah. Pokoke kalau mau puas-puasin ngeliat pemandangan sekeliling kota Palembang tanpa capek, naiklah becak. Terlebih di tanggal 9 Maret 2016 nanti.

Lah emang ada apa tanggal 9 Maret nanti Na?

d3bb203c-50d3-45d0-b3d1-aaa8be4ecd14_169
gambar dari cnnindonesia dot com / (Thinkstock/pialhovik)

Pada tanggal tersebut Palembang akan mengalami Gerhana Matahari Total yang hanya bisa ditemui 33 tahun sekali. Untuk saya, ini merupakan pengalaman pertama karena 33 tahun yang lalu saya baru lahir! *plis off the record plis* πŸ˜€

Tapi bukan dari Palembang saja. Gerhana Total ini juga bisa disaksikan dari 11 Provinsi di Indonesia; yaitu Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Sedangkan provinsi yang tidak tersebut di atas mengalami Gerhana sebagian.

Dikutip dari CNN Indonesia dot com, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin mengatakan, untuk Indonesia Barat dan Timur waktu menyaksikan gerhana akan berbeda.

“Gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB,” kata Thomas.

Terus lagi, tanggal 9 Maret itu bertepatan dengan hari Raya Nyepi, which is hari libur nasional. Itu berarti saya dan keluarga bisa menikmati momen tersebut secara full karena itu hari libur. Huhahuha. Seneng.

Nah sekarang tinggal mikir mau nikmatin dari rumah sadja, dari atas Jembatan Ampera, atau dari becak sambil jalan-jalan keliling kota. How cool is that?

Dan itulah sebabnya orang Palembang masih mau naik becak! πŸ˜€


Kalau di kotamu gimana? ada alasan kenapa kamu masih mau naik becak? πŸ™‚

 

Advertisements

13 Replies to “Kenapa Orang Palembang Masih Mau Naik Becak?”

  1. di kota saya nggak ada becak, kak. Angkutan umum juga belum ada kecuali bus antar kota-antar provinsi dan ALS. Tapi kalau ada, saya masih hobi jalan kaki, sih..

    1. ninabona says: Reply

      Miftah kotamu dimana? Jangan2 di jalur yg dilewatin lintas sumatra ya? Hehehe πŸ™‚

  2. Aku suka naik becaaaaak tapi sukanya di Jokja aja. Pas di Bandung ndak suka hahaha.

    1. Pas di Jogja aku juga sempet nyobain naik becaknya. Tapi kalau di Bandung memang belum pernah. Kenapa ya Fa? Apa Karena di Bandung lebih gampang kalau naik angkot ya? πŸ™‚

  3. Kalau saya emang jarang naik becak, kalau dulu waktu kecil mah sering πŸ˜€
    soalnya di tempat saya emang gak ada tukang becak, adanya di alun alunnya. Nah dri alun alun ke tempat saya jalananya cukup menanjak dan jauh, jadi kalau naik becak malah saya kasian sama bapknya..
    Kalau misalnya di Jogja mah no problem πŸ˜€
    Hehehe
    btw, daerah ane kena gerhana matahari total gak ya :-/

    1. ninabona says: Reply

      Kotanya dimana? Hmm memang kasihan bapak driver becaknya ya kalau jalanan terlalu menanjak. Di Jogja malah asik naik becak ya. Saya pernah naik becak dari bringharjo sampai rumah pintar :D. Menurut cnni, hanya 11 provinsi yg mengalami gerhana matahari total seperti yang disebut di atas. Nah provinsi lainnya mengalami gerhana matahari sebagian πŸ™‚

  4. Berbagi rejeki dengan abang becak #SetujuBanget
    Ah ngak sabar besok ke palembang, mau makan mpek2 ama pindang maranjat πŸ™‚

    1. ninabona says: Reply

      Aseek..ada yg mau ke Palembang πŸ˜€ gerhana matahari masih lama loh :p Habis makan mpek2 sama pindang pulangnya jangan lupa naik becak ya :p

  5. Kalo aku suka becak karena berasa jadi pangeran inggris, naik kereta gitu deh haha..

    Yuk kito nonton GMT 2016 bareng.

    1. ninabona says: Reply

      Berasa Royal Highness ya Huang hahaha πŸ™‚ . Sips nanti nonton GMT bareng yak πŸ˜‰

  6. Bener banget mba Nina yang aku suka kalo naik becak ya itu AC alaminya hehe

    1. NinaFajriah says: Reply

      AC alami emang ga ada yg ngalahin ya πŸ˜€

Leave a Reply