Profesi Content Researcher, Sudah Kenal Belum?

Semenjak Internet memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dunia, profesi baru pun mulai bermunculan. Anda pasti sudah mengenal istilah Blogger (orang yang mengelola Blog di Internet), Buzzer (orang yang mempromosikan sesuatu), Content Writer (penulis di sebuah website), Content Creator (orang yang menciptakan konten menjadi menarik serta menarik crowd), Internet Marketer dan lainnya.

Kali ini kita akan membahas satu lagi profesi yang berkaitan erat dengan isi sebuah website, yaitu Content Researcher.

Apa itu Content Researcher?

Content Researcher | bonadapa.com
Gambar dari Pixabay

Di Indonesia sendiri, profesi ini masih belum terlalu dikenal dibandingkan dengan Content Creator maupun Content Writer. Padahal, bisa jadi mereka berada dalam satu tim yang utuh. Idealnya, sebuah tulisan di website akan dicari data mentahnya oleh Content Researcher, ditulis oleh Content Writer, lalu dijadikan menarik tampilannya oleh seorang Content Creator.

Sesuai namanya, Content Researcher merupakan orang yang bertugas melakukan Riset untuk mendapatkan data-data yang akurat – yang menjadi dasar seorang Content Writer membuat tulisan di sebuah website.

Misalnya jika seorang content writer akan menulis mengenai topik ‘Pempek yang paling disukai di Palembang’, maka tugas seorang content researcher adalah melakukan riset untuk mendapatkan data yang akurat mengenai topik tersebut.

Data yang diperlukan yaitu :

  • Nama Toko-toko pempek di Palembang yang cukup terkenal,
  • Alamat masing-masing Toko pempek tersebut,
  • Jam operasional toko pempek tersebut,
  • Cara akses ke tempat tersebut seperti moda transportasi dan lainnya,
  • Berapa harga masing-masing pempek,
  • Pempek mana yang mendapat banyak peminat (melalui tripadvisor)
  • Dan lain-lain

Dari data-data tersebut kemudian di blend sedemikian rupa, sehingga content writer dapat membuatnya menjadi satu tulisan utuh yang baru, hingga tulisan ‘Pempek yang Paling Disukai di Palembang’ ditulis berdasarkan data-data yang akurat yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Bisa dibilang bahwa yang merasakan dampak langsung dari profesi Content Researcher adalah seorang Content Writer, karena mereka tidak harus melakukan riset terlebih dahulu dalam menulis, melainkan bisa langsung menyusun kata-kata berdasarkan data yang diberikan oleh Content Researcher.

Bagaimana Cara Content Researcher Mendapatkan Data?

Content Researcher | bonadapa.com
Gambar dari Pixabay

Pada umumnya, content researcher bisa mendapatkan data secara offline dan secara online dengan cara melakukan browsing untuk mendapatkan data berdasarkan informasi yang beredar di Internet. CR juga bisa mendapatkan banyak informasi dari berbagai situs dimana banyak orang bisa memberikan rekomendasi, seperti :

  • Tripadvisor,
  • Quora,
  • Yahoo Answer,
  • Linkedin Discussion,
  • Topix.com
  • dan lain-lain

Apakah Data yang Diambil Secara Online Terjamin Akurat?

Content Researcher | bonadapa.com
Gambar dari Pixabay

Dengan banyaknya berita bohong dan hoax yang beredar di internet, bagaimana seorang content researcher tahu bahwa data yang mereka ambil adalah akurat?

Nah, disinilah kejelian seorang CR berperan. Karenanya, untuk satu sub topik, CR bisa mengambil data dari puluhan sumber. Bahkan bisa jadi satu sub topik memiliki 10 referensi website berbeda yang memuat data sub topik terkait. Website yang dijadikan rujukan pun adalah website yang bersifat top notch – yaitu yang bisa dipercaya dan bukan website abal-abal.

Pekerjaan seorang content researcher juga ada yang memeriksa, lho. Jadi jika ada informasi yang dirasa kurang atau dirasa janggal, maka yang memeriksa akan meminta CR untuk merevisi ulang pekerjaannya. Jadi ga bisa deh ambil sembarang data. Siapa yang memeriksa? ada yang namanya Content Researcher Manager yang bertugas memeriksa hasil pekerjaan dari para Content Researcher, atau siapapun yang ditugaskan untuk itu.

Jadi ya, yang menggunakan Content Research manager biasanya adalah website yang dikerjakan oleh sebuah tim.

Skill yang Diperlukan Untuk Menjadi Content Researcher?

Content Researcher | bonadapa.com
Gambar dari Pixabay

Untuk menjadi seorang Content Researcher tidak diperlukan skill rumit tertentu. Asalkan bisa menggunakan komputer dan mengerti Microsoft Office, rasanya sudah bisa mengerjakan tugas Content Researcher dengan baik. Namun kemampuan pengetahuan Bahasa Inggris dapat mempermudah ketika CR tidak mendapatkan data yang diperlukan pada website berbahasa Indonesia.

Yang paling utama adalah perlunya kesabaran dan ketelitian yang tinggi dalam menghimpun data. Content Researcher juga harus memiliki inisiatif untuk menambahkan beragam informasi lain yang berkenaan dengan topik – yang sekiranya akan bermanfaat bagi Content Writer untuk menyusunnya menjadi sebuah tulisan.

Bagaimana Bayarannya?

Content Researcher | bonadapa.com
Gambar dari Pixabay

Di luar negeri sendiri, profesi Content Researcher dan Content Writer sudah memiliki bayaran hingga kurang lebih $10 perjamnya (harga bisa berubah). Namun sayangnya, di Indonesia, bayaran untuk Content Researcher dan Content Writer masih ditentukan oleh pemberi kerja (owner) dan umumnya masih berada pada angka fixed price.

Meskipun secara objektif sebaiknya profesi ini memang dihitung berdasarkan bayaran per jam karena sifat pekerjaannya yang cukup mengkonsumsi waktu. Untuk satu judul tulisan dengan banyak sub topik, seorang Content Writer bisa menghabiskan 3-4 jam per hari untuk menyelesaikan risetnya.

Di Indonesia kebutuhan akan jasa Content Researcher dirasa masih sedikit karena sebagian tugas meriset masih dilakukan secara rangkap oleh Content Writer.

Berikut salah satu lowongan Content Researcher Manager di Indonesia yang saya temukan

Content Researcher
Screenshoot Gambar dari reeracoen.co.id

Nah, demikianlah sekilas informasi mengenai profesi Content Researcher. Menurut saya, profesi ini memiliki peran yang sangat baik untuk menciptakan sebuah konten yang berkualitas. Adanya Content Researcher merupakan salah satu wujud sebuah website dengan integritas – bahwa sejatinya jika sebuah website maupun blog sudah dipublish di world wide web, maka tanggung jawab moral haruslah kita jalankan dengan memberikan informasi yang benar.

Harapan saya adalah kedepannya akan ada lebih banyak profesi content researcher di Indonesia, karena saya yakin, anda, dan saya dan kita semua, sudah terlalu letih dan jenuh dengan banyaknya berita hoax yang dibuat bukan berdasarkan data dan fakta, melainkan hanya dengan seenak jidat semata 🙂

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply