Review Big Hero 6 : Long Live the Nerd!

Saya curiga Disney pasti memiliki satu planet orang-orang kreatif dengan imajinasi tinggi sehingga mereka bisa menciptakan karakter-karakter aneh dan lucu dengan cerita menarik yang sarat dengan hikmah

Dan saya curiga orang-orang yang bekerja di Disney memang berasal dari dunia yang mereka ciptakan.

Dari San Fransokyo, misalnya.

Tempat dimana tinggal Kakak beradik Hiro dan Tadashi Hamada.

Hiro yang sangat jenius, yang lulus sma pada umur 13 tahun, menolak untuk melanjutkan kuliah dengan alasan “untuk apa aku mempelajari hal-hal yang sudah aku ketahui?”. Hobinya adalah membuat robot, dan mengikutsertakan robot ciptaannya pada tanding robot ilegal untuk mendapatkan uang.

Sedangkan kakaknya, Tadashi, berusaha keras menyadarkan adiknya agar mau masuk ke Universitas “Agar otak besarmu itu lebih bermanfaat” ujarnya.

Hiro sama  sekali tidak berminat untuk melanjutkan studi ke Universitas hingga suatu hari ia terpaksa berkunjung ke laboratorium robotical di kampus Tadashi. Disana ia bertemu dengan teman-teman kakaknya : Wasabi, Go Go Tomago, Fred, dan Honey Lemon yang sedang bereksperimen dengan objek ciptaan mereka masing-masing.

 

Tadashi juga memperlihatkan robot ciptaannya, sebuah robot perawat kesehatan berwarna putih dengan perut yang sangat gendut bernama Baymax.

Masalah muncul ketika gedung universitas terbakar dan Tadashi masuk untuk menyelamatkan Professornya, Professor Calagghan. Namun malang bagi Tadashi, gedung itu kemudian meledak sesaat setelah ia masuk menyebabkan Tadashi wafat.

Hiro sangat berduka. Ia kembali tak ingin masuk ke Universitas. Namun di dalam kesedihannya, Hiro menemukan suatu fakta bahwa gedung universitas sebenarnya tidak terbakar; melainkan dibakar…

================

Big Hero 6 merupakan sebuah film kartun yang seru. dan lucu. dan imajinatif.

Ketika ingin menonton film ini, ekspektasi saya tidaklah berlebihan; saya sudah khatam menonton film-film Disney sehingga saya tahu this is just another Disney movie-and it gonna be fun.

Awal cerita sedikit mengingatkan saya kepada Real Steel; Big Hero 6 membuat saya menduga-duga siapa ke 6 Big Hero yang disebutkan pada judulnya. Big Hero 6 memperkenalkan satu persatu karakternya dihiasi dengan humor keren yang bisa membuat siapa saja tertawa-bahkan anak saya yang berumur 5 tahun.

Namun yang paling saya sukai adalah cara Disney membuat Baymax sedemikian humanis.

Baca Juga : 10 Things About Finding Dory That Make it Fresh From the Sea

Sikap Baymax yang sangat manis, lugu, sekaligus naif membuat penonton terkadang lupa bahwa Baymax sebenarnya adalah sebuah robot. Kesan modern, rumit, sophisticated, full of iron, bertenaga, bersenjata (seperti gambaran robot pada umumnya) tak ditemukan pada Baymaxx.

Hingga anak saya pun bertanya : Bunda Baymax itu Robot kan? bukan boneka balon? 😀

Beberapa kali ruang bioskop pecah oleh tawa karena tingkah laku lucu Baymaxx yang out of the box.

Keberpihakan Big Hero 6 kepada anak-anak kutu buku juga seolah memberi nasihat kepada anak-anak yang menontonnya bahwa tidak apa-apa menjadi seorang kutu buku, karena seorang kutu buku juga bisa menjadi keren dengan menciptakan robot dan menjadi pahlawan.

Atau jangan takut menjadi kutu buku-mereka bisa mengetahui lebih banyak hal dan menciptakan robot. Gaya hiro yang merancang sendiri robotnya-atau ketika merancang baju Baymax pasti membuat anak-anak menjadi iri.

Kesimpulannya, Big Hero 6 menjadi film Disney yang paling lengkap dari segi fun, humor, humanis, imajinatif, ilmiah, sekaligus sediiih. Good job Disney. Telah lahir icon jagoan anak-anak yang baru-once again. It’s full of Fun and enjoyable-both for kids and their parents.

Advertisements

2 Comments

Cool People Say :