Advertisements
Film

Review Drama Korea Familiar Wife

Beberapa saat yang lalu, di Twitter heboh mengenai pernyataan ‘Wanita jika lelah bekerja solusinya adalah menikah. Karena dengan menikah, sang wanita tidak akan lelah bekerja karena hidupnya sudah ada yang menafkahi, yaitu suaminya’.

Tentu saja ada banyak pro dan kontra mengenai pernyataan tersebut, baik dari orang-orang yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Lalu sebagai wanita yang sudah menikah 10 tahun dan memiliki 3 anak, bagaimana menurut saya sendiri atas pernyataan ini?

Menurut saya, ada baiknya nonton drama korea ini dulu nih : Familiar Wife! 😀


Familiar Wife adalah drama yang berpusat kepada kehidupan rumah tangga pasangan Joo-Hyuk (Ji-Sung) dan Woo-Jin (Han Ji-Min) yang sudah menikah selama 5 tahun.

Mereka sudah dikaruniai dua anak yang masih balita. Baik Joo-Hyuk dan Woo-Jin keduanya bekerja. Joo Hyuk adalah seorang pegawai Bank dan Woo-Jin adalah terapist di sebuah spa wanita.

Dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, keduanya merasa kehidupan rumah tangga mereka seperti neraka. Setiap hari mereka kelelahan menjalankan peran sebagai pekerja dan sebagai orang tua. Keduanya juga mendapatkan tekanan di tempat kerja mereka.

Hal ini diperparah dengan Joo-Hyuk yang menganggap bahwa Woo-Jin lebih menakutkan daripada seorang nenek sihir.

Ia galak, suka membentak, sering berkata kasar, sering melempar barang-barang, dan puncaknya ia merendam console game Joo-Hyuk di bath tub – padahal console game tersebut harganya mahal dan merupakan pelarian Joo-Hyuk akan hidupnya yang membuatnya stress.

Marah besar, akhirnya Joo-Hyuk lari dari rumah dan melewati sebuah gerbang tol yang memerlukan koin 500 sebagai pembayaran. Joo-Hyuk kemudian teringat bahwa ia telah diberi koin oleh seorang bapak tua misterius di MRT – sebuah koin 500 cetakan tahun 2006.

Setelah membayar dengan koin tersebut dan melewati gerbang tol, hal aneh pun terjadi. Mobilnya melaju kencang tak terkendali. Dan ketika ia membuka mata, ia terbangun di kamarnya yang ia tempati ketika ia masih berkuliah – dan berada di tahun 2006.

Ia telah kembali ke masa lalu.

Jika Bisa Merubah Masa Lalu…

Joo-Hyuk terkejut. Ia tak percaya bisa kembali ke masa lalu dimana masa-masa kehidupannya lebih indah daripada kehidupannya setelah menikah. Ia pun teringat akan cinta pertamanya, seorang gadis lembut bernama Hye-Won (Kang Han-Na)

Kang Han-Na gambar dari asianwiki.com

Ia pun berfikir. Jika – jika benar ia kembali ke masa lalu dan mengusahakan hubungannya dengan Hye-Won, apakah masa depan akan berubah?

Penasaran dengan hal tersebut, Joo-Hyuk bertekad akan sungguh-sungguh membina hubungan dengan Hye-Won dan melupakan Woo-Jin, si nenek sihir yang menjadi istrinya.

Kehidupan yang Seperti Surga

Karena sudah mengubah masa lalu, maka masa depanpun berubah. Di suatu waktu, Joo-Hyuk terbangun dan mendapati Hye-Won sebagai istrinya.

Hye-Won ternyata adalah seorang anak konglomerat sehingga mereka hidup dalam keadaan mewah. Meski ia dan Hye-Won belum dikaruniai anak, namun ia memiliki Rumah bagus, mobil keren, istri cantik –  Joo-Hyuk bahkan memiliki kursi dan televisi khusus untuk bermain Play Station!

Bukankah ini surga?

Joo-Hyuk merasa bahwa kehidupan ini adalah hal yang diinginkannya dan ia tak ingin kembali ke kehidupannya dengan Woo-Jin.

Namun takdir tak dapat diubah. Di kehidupan barunya yang serba sempurna, Joo-Hyuk kembali dipertemukan dengan Woo-Jin. Mereka bahkan menjadi rekan satu kolega di kantor. Joo-Hyuk sempat mengutuk kehidupannya yang tak bisa lepas dari Woo-Jin.

Meski mereka bukan suami istri lagi, namun sebagai kolega harus bertemu setiap hari. Joo-Hyuk merasa bahwa apa dosanya sehingga ia harus (lagi-lagi) dipertemukan dengan wanita nenek sihir yang bernama Woo-Jin.

Joo-Hyuk, Kamu Salah!

Joo-Hyuk jengkel ketika mendapati kenyataan bahwa rekan-rekan satu kantornya sangat menyukai Woo-Jin. Ia ramah, pintar, cekatan, cantik, baik hati – berbeda jauh dengan Woo-Jin yang (pernah) menjadi istrinya.

Joo-Hyuk mulai berpikir bahwa Woo-Jin sedang melakukan penipuan dengan bersikap manis dengan teman-teman satu kantornya. Joo-Hyuk masih beranggapan Woo-Jin adalah seorang perempuan jahat yang suka membentak, berkata kasar, melempar barang-barang, hingga merendam console game yang dimiliki Joo-Hyuk.

Namun waktu berlalu dan Woo-Jin tetap menjadi seorang gadis yang manis. Joo-Hyuk mulai resah ketika sahabatnya di kantor Yoon Jong-Hoo (Jang Seung-Jo) mulai jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan Woo-Jin.

Jang Seung-Jo gambar dari asianwiki.com

Hati kecilnya tidak terima, karena Woo-Jin pernah menjadi miliknya dan Yoon Jong-Hoo adalah sahabat sehidup sematinya. Namun satu hal yang ia tak habis pikir : Jika Woo-Jin sebenarnya, aslinya, adalah orang yang sangat menyenangkan sebelum menikah dengan dirinya, mengapa ia berubah ketika menikah dengannya?

Persepsi Dua Sisi Mata Koin

Ingatan pun berlaku kejam kepada Joo-Hyuk. Ia membuat Joo-Hyuk mengingat kembali berbagai perlakuannya sebagai suami Woo-Jin.

Saat-saat dimana Woo-Jin membutuhkan dirinya sepulang kerja, namun ia malah berlama-lama menikmati makan malam tertawa bahagia dengan kolega kantornya.

Woo-Jin istrinyalah yang setiap hari mengurusi anak-anaknya, tanpa ia pernah membantunya.

Woo-Jin menyiapkan keperluan mereka setiap pagi, Woo-Jin juga yang bangun ketika anak-anak mereka rewel di malam hari, ketika ia enak-enak tidur.

Woo-Jin yang mengurusi rumah dan memasak, karena mereka tak punya asisten rumah tangga.

Joo-Hyuk juga tak pernah hadir di acara-acara penting keluarga seperti di peringatan kematian ayah mertuanya. Joo-Hyuk bahkan tak tahu bahwa ibu mertuanya sakit Alzheimer.

Di luar semua itu, Woo-Jin juga harus menanggung tekanan yang didapatnya di tempat kerjanya. Ia lelah secara fisik dan mental namun ia sama sekali tak bisa bercerita kepada Joo-Hyuk karena suaminya tak pernah ada untuknya.

Ia memendam kemarahan, keletihan, dan rasa depresi yang tak berkesudahan.

Joo-Hyuk menangis mengingat hal ini. Ternyata selama ini ia memandang lewat sudut pandang yang salah. Ia kira DIRINYALAH yang menderita karena menikahi Woo-Jin.

Pada kenyataannya, justru Woo-Jin lah yang menanggung beban pikiran yang luar biasa.

Lalu bagaimana jika Joo-Hyuk merasa menyesal? apa yang harus dilakukannya?


Kehidupan pernikahan memang tak pernah menjadi mudah.

Cerita Joo-Hyuk dan Woo-Jin hanyalah satu cerita dari sekian banyak cerita-cerita tentang kehidupan rumah tangga. Seringkali, kehidupan rumah tangga menjadi timpang sehingga satu orang lebih dominan dibanding pasangannya.

Di Familiar Wife, Joo-Hyuk adalah orang yang sibuk mengurusi hidup dan pekerjaannya sendiri namun lupa bahwa kehidupannya sudah berbeda dari kehidupannya ketika ia masih melajang. Ia lupa bahwa istrnya juga manusia yang membutuhkan perhatian, penghargaan, cita-cita sama seperti dirinya.

Karena ketika seorang wanita telah menjadi seorang istri, suami yang baik adalah suami yang tetap membuat istrinya merasa utuh dan tidak tercabik-cabik. Demikian sebaliknya.

Menurut saya, drama ini bagus ditonton sebagai bahan renungan, terlebih untuk mereka yang sudah menikah. Karena the big question is : Sudahkah kita memanusiakan pasangan kita? jangan sampai kita sibuk ingin dimanusiakan oleh pasangan kita, namun kita lupa bahwa kitalah yang tidak memanusiakan pasangan kita.

Untuk yang belum menikah drama ini juga bagus ditonton agar bisa mengantisipasi kehidupan rumah tangga yang akan dijalani.

Jadi kembali ke pertanyaan awal : apakah jika lelah bekerja wanita sebaiknya menikah? menurut saya sih ke salon kayaknya lebih tepat ya. Hahaha.

Sudah baca ini? Review Drama Korea SKETCH : Drama dengan Sentuhan The Butterfly Effect


Familiar Wife. 16 Episodes, 1 hour/episode. Ji Sung | Han Ji-Min | Kang Han-Na | Jang Seung-Jo. Score: 92 (AsianWiki). 7,5/10 (From Me)

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

8 Comments

  • mrs muhandoko

    ooh jadi ceritanya seprti ini ya? baiikk… masukkan dalam daftar tontonan.
    aku menggalau setelah Voice 2 kelar mbak dan endingnya zonk. mau nontn Familiar Wife aja kalau gitu, terimakasih mbaakk

  • Rahma balci

    menarik juga ya ceritanya, saya awalnya ragu mau nonton bs nih masuk list, belakangan lagi suka yg genre horror..the guest ,rekomen kalo nonton siang aja:D

    • NinaFajriah

      Waah terima kasih. Setelah namatin Familiar Wife ini aku juga lagi bingung mau nonton apa. I will try The Guest kalau gitu… dimana nontonnya siang2 aja 😄

  • Grant Gloria

    Wah, aku mau nonton ini. Sekarang lagi nonton Go Back Couple. Banyak yg bilang cerita Familiar Wife ini mirip sama Go Back Couple. Tapi biarlah kata mereka… Hehe

    • NinaFajriah

      Aku juga suka sama ceritanya, karena pesannya bagus. Emang harus gitu, jgn suka nyalah2in pasangan, eh taunya kitak yg salah 😔😅

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: