Advertisements
  • Experiences

    If You Ain’t Scared, You Ain’t Alive : Belajar Nyetir Bagi Pemula

    First of all, saya menulis ini bukan karena ngerasa udah lihai badai menyetir mobil di jalan raya. Kedua, saya ngerasain banget tantangan yang harus dihadapi oleh ibu-ibu pemula yang TERPAKSA harus bisa nyetir karena keadaan. Entah karena suami jauh, suami sakit, suami dinas, atau seperti saya – yang harus ditinggal seminggu penuh secara kondisi pekerjaan suami yang mengharuskan 1 minggu full di site dan 1 minggu libur, demikian seterusnya. Kalau beliau sedang di rumah rasanya kayag Ratu Inggris gitu ya, kemana-mana bisa dianter. Lha kalau beliau lagi di site? naek angkot anak udah dua. Naek taksi ga tahan biayanya. Mo ngegelinding badan kekurusan :'( Ketiga, saya belajar nyetir di umur…

  • Experiences

    Aib Driver Pemula 3

    Jam di dasbor mobil menunjukkan Pukul 21.00 ketika saya berhenti di depan pagar rumah. Berjalan gontai, saya membuka pagar pelan-pelan; saya merasa ngantuk. Biasanya pada pukul demikian, saya sudah ada di tempat tidur, memeluk guling sambil berselimut tebal menutupi seluruh badan hingga leher. Saya pencinta kopi , but literally not a begadang kindda gal. I am great in bed; I can sleep for days. hahah. Kembali ke mobil, saya memajukan mobil agak serong kemudian memundurkannya. Memang kondisi halaman rumah tidak memungkinkan untuk parkir maju, jadi saya harus parkir mundur, meskipun saya sempat mengeluh dengan cara parkir yang demikian. Suami menjelaskan bahwa posisi aspal jalan yang lebih tinggi daripada halaman rumah…

  • Inspiration

    Aib Driver Pemula

    Sebagai driver pemula, bisa bawa mobil ke jalan raya itu rasanya kayag naek Hysteria di Dufan. Rasa seneng, excited, takut, pengen nangis, nyawa ketinggalan di rumah, campur aduk jadi satu. Di saat-saat genting yang menentukan seperti inilah sang driver pemula harus memilih maju terus pantang mundur, atau mundur terus mundur terus cantik.. cantik.. *abaikan* Syukurnya sih, sebagai driver pemula, saya memilih untuk maju terus pantang mundur….karena terpaksa. Saya harus bisa nyetir biar ga ketergantungan sama suami. karena suami kerjanya di kabupaten sekira 2 jam dari Palembang, kalau beliau lagi shift kerja dan 6 hari di sana saya agak kelimpungan karena kayag ga punya kendaraan. Agak was-was juga kalau anak sudah…