Advertisements
Experiences Parenting Story

Ketika Harus Hidup dengan Sinusitis

Ketika Harus Hidup dengan Sinusitis. Saya sama sekali tidak tahu apa itu sinusitis, setelah saya mengalaminya sendiri. Jadi waktu itu saya pendidikan di Jakarta. Dari Palembang naik bus jam 9 pagi, baru sampai di Jakarta besok paginya sekitar jam 11 siang. Setelah itu jadwal padat. Tiap hari ada kelas dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Malam belajar, terus begitu sampai 40 hari seterusnya.

Seminggu digeber begini, di minggu kedua saya jatuh sakit. Saya pikir sakit pilek biasa. Karena symptompsnya mirip dengan pilek. Namun saya tahu bahwa kondisi saya lebih buruk dari ‘pilek biasa’ karena mengalami gejala sebagai berikut :

  • pilek berat
  • badan lemas hilang tenaga
  • keluar lendir hijau dari hidung, sangat berbau
  • susah bernafas
  • Kepala terasa berat. Rasanya ingin tidur

Akhirnya saya dilarikan ke UGD setelah timbul mimisan di hidung. Setelah diperiksa, kata dokter saya mengalami sinusitis.

Kenapa bisa Terjangkit Sinusitis?

Sinusitis

Sinusitis sendiri merupakan peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Dinding sinus adalah rongga yang terdapat di struktur tulang wajah. Rongga ini berisi udara. Pada penderita sinusitis, rongga ini terisi cairan dan bakteri yang membuat sumbatan.

Terdapat empat set sinus hidung. Yaitu :

Dua sinus frontalis di dahi,

Dua sinus maksilaris dimasing-masing tulang pipi,

Sinus ethmoid, sekelompok rongga dibalik jembatan hidung,

Sinus sphenoid, di belakang sinus ethmoid, dan di bawah otak.

Setiap orang bisa berbeda sinusnya. Bahkan ada yang tidak memiliki sinus frontal atau hanya satu. Sinus berbentuk kecil, berambut seperti struktur yang disebut Silia yang membantu memindahkan lendir melintasi membran sinus dan menuju pintu keluar.

Sinusitis sendiri terbagi menjadi dua. Sinusitis yang terjadi selama 12 minggu namanya sinusitis akut, sedangkan yang terjadi selama lebih dari 12 minggu adalah sinusitis kronis. Alhamdulillah waktu itu sinusitis saya sembuh setelah makan obat dokter, rutin minum susu (malam), minum minuman ber-ion (siang), dan cukup istirahat.

Hanya saya perhatikan, ketika saya terlalu lelah, maka gejala sinus akan kembali; meskipun tidak separah ketika saya terjangkit sinus pertama kali.

Ketika divonis terjangkit sinus, saya merasa sedih. Saya pikir saya akan pilek terus menerus dan tidak bisa menghirup aroma dengan normal lagi sepanjang hidup saya. Namun Alhamdulillah sudah 10 tahun berselang, saya merasa baik-baik saja. Saya tidak pilek sepanjang waktu dan bisa mencium aroma dengan normal.

Tips Hidup Nyaman dengan Sinusitis

Lain orang bisa jadi lain pula penyebab sinusitisnya. Saya memang ada riwayat alergi dengan hawa dingin dan debu. Ditambah dengan kelelahan, itu yang pertamakali memicu timbulnya sinus. Namun ada juga penyebab lain selain alergi, yaitu : Flu, Polip Hidung dan Septum deviasi. Apapun pemicu sinusitis teman-teman, kita bisa menerapkan tips berikut untuk meningkatkan kualitas hidup bagi penderita sinusitis.

1. Jauhi Sumber Alergen

Untuk sinusitis alergi seperti saya, untuk mencegahnya sebisa mungkin saya tidak terpapar oleh pemicu alergi. Jadi jika hawa terlalu dingin, saya tidur dengan suhu AC dinaikkan, sekitar 23 hingga 25 derajat celcius. Atau memakai kaos kaki, atau memakai sweater.

Saya juga sebisa mungkin tidak terpapar debu terlalu banyak. Jadi jika rumah dibersihkan, saya akan pergi jauh-jauh agar tidak terpapar debu yang berterbangan. Kenali pemicu alergi yang bisa menimbulkan sinusitis pada teman-teman, lalu hindari sebisa mungkin.

2. Jangan kelelahan

Kelelahan bisa membuat daya tubuh menurun, dan menyebabkan peradangan pada rongga sinus kita. Karenanya jangan biarkan tubuh terlalu lelah. Sehabis berkegiatan, sempatkan untuk beristirahat meski sebentar. Istirahat juga membantu daya tahan tubuh untuk kuat kembali melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh.

3. Minumlah cukup cairan, seperti air putih atau jus.

Ini akan membantu melarutkan sekresi lendir di hidung dan meningkatkan drainase. Hindari minum minuman yang mengandung kafein atau alkohol, karena dapat menyebabkan dehidrasi. Minum alkohol juga dapat memperburuk pembengkakan pada lapisan sinus dan hidung.

Tapi saya penggemar berat kopi. Minum kopi sehari saya imbangi dengan minum air putih yang cukup agar tetap terhidrasi.

4. Sesekali lembabkan rongga sinus Anda.

Gantungkan handuk di atas kepala kita saat kita menghirup uap dari semangkuk air panas sedang. Jaga agar uap diarahkan ke wajah kita. Atau mandi air panas, hirup dalam uap air hangat untuk membantu meringankan rasa sakit dan membantu mengeringkan lendir.

5. Berikan kompres hangat ke wajah Anda.

Sesekali tempatkan handuk hangat dan lembab di sekitar hidung, pipi, dan mata kita untuk meringankan rasa sakit di wajah.

6. Tidur dengan kepala terangkat.

Selama 10 tahun ini saya tidur dengan bantal yang tinggi. Jika bantal terlalu rendah, taruh bantal tambahan agar pernapasan tetap lancar serta membantu sinus mengering, dan menghindari kemampetan pada hidung

7. Bilas hidung Anda.

Gunakan botol pemeras yang dirancang khusus (Sinus Rinse, yang lain), tabung garam atau neti pot untuk membilas saluran hidung. Obat rumahan ini, yang disebut nasal lavage, dapat membantu membersihkan sinus kita. Atau teman-teman bisa menonton caranya pada video berikut.


Sinusitis bisa disembuhkan. Sinusitis yang timbul karena infeksi bisa disembuhkan dengan sempurna baik melalui cara pengobatan maupun operasi. Namun untuk sinusitis yang timbul karena alergi memang agak sulit sembuh. Karena ketika terpapar alergen, sinusitis akan kambuh kembali. Jadi sebisa mungkin hindari alergen yang bisa menyebabkan kekambuhan.

Jangan lupa untuk pergi ke dokter ketika gejala sinusitis sudah sangat mengganggu ya. Semoga kita semua selalu diberkahi dengan kesehatan yang baik. Aamiin.

Jika ada tips lain yang bermanfaat untuk penderita sinusitis, silahkan sharing di komentar πŸ™‚

Advertisements
NinaFajriah
<p>Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com</p>
https://bonadapa.com

13 thoughts on “Ketika Harus Hidup dengan Sinusitis

  1. Mb Ninaaaa, aku pun sinusitis πŸ˜₯ ternyata aku nda boleh kena dingin dan jauhi asap rokok. Waktu itu dua bulan sekali flu berat dan kepala sakit. Akhirnya ke dokter 2 minggu sekali untuk check up, alhamdulillah udah sembuh karena dokternya bawel dan galak hahaha. Sekarang kalau tiba2 flu, aku ngeh pasti kemarin2nya kena dingin terus. Jadi disuruh sering berjemur. Ke pantai aja kali yah aku~

    1. Hyaa sama kitak. Aku juga alerginya dingin dan debu deng (bukan asap). Pun kalau cuaca terasa dingin aku mulai pakai kaus kaki tebal dan sweater. Lumayan ampuh untuk bikin sinusitis nggak kambuh. Ide bagus tuh Sya. Sering-sering ke pantai dan berjemur, sinus hilang kulit eksotis datang wkwk πŸ˜€

  2. Aku punya Sinusitis Nina, di dua rongga pipi. Sudah dioperasi dua kali. Selama 5 tahun ga kambuh, lalu setelahnya kambuh2an lagi. Sinusitisku karena alergi. Sejak pindah Belanda, ga kambuh lagi mungkin karena udara bersih dan jarang debu. Cuma dua tahun lalu sempat nyaris kambuh. Tapi ga sempat sampai parah.

    1. Mbak Den operasi dua kali? wah boleh tuh sharing pengalamannya di blog Mbak. Karena aku pernah kepingin operasi juga, ga betah hidung mampet2 terus. Tapi dilarang sama dokter THT ku, jadinya cuma di terapi panas aja di bagian wajah. Enaknya kalau di Belanda udara bersih ya. Palembang masih lumayan bersih juga kalau dibanding Jakarta. Mungkin Mbak Den kayag aku juga, ga boleh terlalu capek supaya sinusnya ga kambuh lagi πŸ™‚

  3. Waaaj, baru tau soal cuci hidung ini. Mau coba deh. Aku sinusitis parah karena alergi. Tiap pagi mesti meler dan mampet hiksss

Kalau komentarmu bagaimana?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: