Advertisements
Palembang,  Parenting Story

Kiat Tumbuh Kembang Bahagia “Grow Happy” bersama Nestle Lactogrow

Kiat Tumbuh Kembang Bahagia “Grow Happy” bersama Nestle Lactogrow. Menurut hasil penelitian Myers and Diener (2018) dalam The Scientific Pursuit of Happiness, kebahagiaan bagi anak bukanlah kegembiraan yang bersifat sementara. Lebih dari itu, kebahagiaan bagi anak lebih kepada rasa nyaman, aman, serta diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

Penelitian Nestle Lactogrow (2018) mengungkapkan bahwa saat menilai karakteristik kebahagiaan anak, kebanyakan orang tua hanya memperhatikan ciri-ciri fisik anak.  Dimana keadaan yang membuat si kecil merasa paling bahagia adalah ketika bermain bersama orang tua.

Hasil penelitian di atas lalu menjadi dasar bagi Nestle untuk menghadirkan tagline kampanye “Grow Happy” untuk susu pertumbuhan anak usia 1-5 tahun, Nestle Lactogrow. Tau dong ya, yang jingle iklannya “You are my sunshine, my only sunshine. You make me happy when skies are gray”… *eh jadi nyanyi 🙂

Nah, dalam rangka campaign ini pula, bertempat di Benteng Kuto Besak Theatre Restaurant Palembang pada tanggal 31 Oktober 2018, Nestle Lactogrow berbagi kiat pola asuh grow happy kepada orang tua yang dalam hal ini diwakili oleh Blogger dan media di Palembang.

Nestle Lactogrow Palembang
Brand Manager Nestle Lactogrow Gusti Kattani Maulani

Dalam sesi pertama, Brand Manager Nestle Lactogrow Gusti Kattani Maulani menjelaskan bahwa agar anak dapat tumbuh dengan bahagia, dibutuhkan keselarasan antara nutrisi, stimulasi dan keterlibatan orang tua dalam membangun dan memupuk kondisi grow happy. Karenanya melalui campaign ini, Lactogrow ingin merayakan sekaligus membantu orang tua untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan anak.

Sayapun ingin tahu, sebenarnya bagaimana lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan anak-anak. Apakah cukup dengan melengkapi kebutuhannya, memenuhi keinginannya sudah ideal untuk membuat anak tumbuh dengan sehat dan bahagia?

Lingkungan yang Bahagia

Nestle Lactogrow Palembang
Psikolog Elizabeth Santosa M.Psi, PSi, SFP, ACC

Setiap orangtua pasti ingin anaknya tumbuh dengan bahagia, dan pada umumnya setiap orang tua sudah mengerti secara teori mengenai pentingnya anak tumbuh dengan bahagia. Karena itulah banyak orang tua sudah menyadari arti pentingnya memiliki waktu berkualitas dengan anak. Namun, lebih dari tumbuh dengan bahagia, yang menjadi tantangan saat ini bagi orangtua adalah bagaimana menciptakan suatu kondisi dimana anak bisa tumbuh dengan bahagia.

Ada sebuah kutipan yang mengatakan bahwa “do what’s good for you, or you are not good for everyone” artinya bahwa sebelum melakukan sesuatu yang membuat orang lain bahagia, kita harus melakukan sesuatu yang membuat kita merasa bahagia lebih dulu. Mengapa? karena jika kita tidak bahagia, secara sadar atau tidak, aura negatifnya akan menyebar ke orang lain – demikian sebaliknya.

Psikolog Elizabeth Santosa M.Psi, PSi, SFP, ACC mengatakan bahwa penting bagi orangtua untuk merasa bahagia. Mengapa? karena orangtua yang bahagia akan membesarkan anak yang bahagia pula.

Maka tidak heran ketika hadir di acara ini, saya dan orang tua lainnya mendapatkan beberapa lembar evaluasi yang harus diisi untuk mendeteksi apakah benar kita sebagai orang tua sudah menjadi pribadi yang bahagia?

Menurut mbak Elizabeth, jika terdeteksi tidak bahagia, kita mungkin bisa mencari solusi segera atas ketidakbahagiaan kita. Karena rasa bahagia atau rasa ketidakbahagiaan kita juga bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Jika anda bahagia, maka lingkungan rumah akan bahagia, dan anak juga bahagia karena merasakan kebahagiaan yang bersumber dari anda.

Tidak Hanya Hadir, Namun juga Terlibat

Saya teringat ketika saya masih ngantor dulu, dimana stress saya untuk menyeimbangkan kehidupan di rumah dan di kantor cukup tinggi. Meski di rumah baik-baik saja, namun apa yang terjadi di kantor seringkali leaving a bad taste in my mouth, sehingga terkadang saya pulang dengan kondisi stress.

Sesampainya di rumah saya memang memiliki waktu dengan anak, dan saya memenuhi keinginan anak dengan berbagai hal-hal yang mereka sukai seperti mainan ataupun buku-buku.

Saya hadir ketika mereka bermain – setidaknya saya ada di dekat mereka. Namun saya tidak terlibat karena seringkali tidak fokus karena kebanyakan mikirin masalah di kantor (males banget ga sih ya haha).

Nah yang begini menurut Mbak Elizabeth tidak baik untuk dilakukan. Karena ternyata sebagai orang tua, kehadiran kita saja tidak cukup. Kita juga harus terlibat agar waktu bersama anak menjadi berkualitas. Berikut adalah beberapa cara agar orangtua lebih terlibat dalam kegiatan anak :

  • Bukan terfokus pada jenis aktivitas, namun waktu kebersamaan. Tidak perlu mikir yang sulit-sulit mengenai aktivitas bersama apa yang bisa dilakukan bersama anak. Membaca buku bersama adalah salah satu contoh aktivitas sederhana yang dapat dilakukan secara rutin bersama anak, dimana orang tua bisa terlibat.
  • Tidak ada distraksi atau gangguan pada saat melakukan aktivitas bersama anak. Melihat handphone ketika sedang bermain bersama anak, atau bersama anak tapi malah mikirin kerjaan di kantor adalah distraksi yang harus dihindari.
  • Melakukan eye to eye contact saat bersama anak.
  • Buatlah anak merasa dirinya paling penting, dan merasa bahwa ia istimewa bagi anda.

Agar Anak Tumbuh Bahagia

Untuk ini, ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk mendukung dan membesarkan anak agar tumbuh dengan bahagia, diantaranya :

  • Memberikan makanan tepat waktu dan bergizi
  • Mendukung kompetensi anak
  • Cukupi waktu tidur anak
  • Memberikan cinta tanpa syarat kepada anak
  • Menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiannya kepada pasangan dan anak.

Jangan Lupa Asupan Gizi

Nestle Lactogrow Palembang
dr Fatima Safiran Alatas Ph.D Sp.A(K)

Setelah mengkondisikan lingkungan yang membuat anak tumbuh bahagia, beriringan dengan hal tersebut, kita juga harus memperhatikan asupan gizi pada anak.

Yang mana hal ini termasuk tantangan besar bagi saya, karena anak-anak saya termasuk anak-anak yang picky eater.

Namun sebenarnya hal ini bukanlah alasan karena saya selalu bisa menggunakan pola makan substitusi untuk mengganti menu makanan anak yang tak mereka sukai. Dengan cara seperti ini diharapkan kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara lengkap dan seimbang.

dr Fatima Safiran Alatas Ph.D Sp.A(K) mengungkapkan bahwa dengan mengkonsumsi zat gizi secara lengkap dan seimbang, akan membuat saluran pencernaan anak menjadi sehat sehingga anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik. Hal ini penting untuk menunjang anak tumbuh dan berkembang secara optimal dan bahagia.

Lalu bagaimana caranya agar saluran pencernaan anak sehat dan mikrobiota ususnya terjaga? Hal-hal berikut dapat dilakukan seperti :

  • Mengkonsumsi makanan bernutrisi lengkap dan bervariasi. Untuk anak yang picky eater seperti anak saya, maka dapat dilakukan pola makan substitusi. Misalnya jika anak tidak suka makan nasi, maka mengkonsumsi empek-empek saja sudah membuat saya tenang. Kenapa? karena empek-empek terbuat dari sagu (karbohidrat) dan daging ikan giling (protein) yang kurang lebih sama kandungannya ketika anak makan nasi dengan lauk. Saya tinggal menambahkan sayur, susu dan buah untuk melengkapi nutrisi lainnya.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Contohnya adalah susu Nestle Lactogrow untuk anak usia 1 hingga 5 tahun. Nestle Lactogrow mengandung asam linoleat (Omega 6), Lactobacillus Reuteri, Minyak Ikan, Asam Linoleat, 7 mineral serta 12 vitamin yang tersedia dalam 3 pilihan rasa yaitu madu, vanilla dan plain.
  • Menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh dengan cara melakukan olahraga secara teratur. Untuk anak-anak saya memilih olahraga yang anak-anak sukai seperti bersepeda, atau berenang.

Setelah mendengarkan paparan dari Bu Gusti Kattani Maulani, Mbak Elizabeth Santosa dan dr Fatima Safiran Alatas, saya menjadi mengerti bahwa faktor-faktor yang mendukung tumbuh kembang anak tidak terbatas hanya pada Gizi serta Nutrisi saja. Namun juga harus selaras dengan faktor lingkungan yang membuat anak-anak bahagia. Terima kasih atas undangannya Nestle Lactogrow 🙂

Advertisements

Lulusan Teknik yg addicted dengan dunia baca dan tulis menulis. Menganggap dirinya seorang Gryffindor, ia selalu memiliki affair dengan Agatha Christie, Dan Brown, Google, dan secangkir kopi hitam. Sangat cinta keluarga kecilnya, rajin nulis di bonadapa.com

4 Comments

  • Nur Irawan

    “Menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiannya kepada pasangan dan anak.” aku setuju untuk poin ini, pernah lihat di film india “secret supertar”, saya jadi yakin bahwa kebahagian anak adalah ketika lingkungan keluarga bisa hidup harmonis

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: