Bekraf Developer Day 2017 Bersama Dicoding Indonesia di Palembang

Pagi itu saya tergesa menuju Ballroom Hotel Novotel Palembang untuk menghadiri acara yang dijadwalkan Pk.07.00 pagi. Sialnya saya terlambat bangun, sehingga baru bertolak dari rumah Pk.07.10 pagi. Namun untungnya, rumah saya dekat, sehingga hanya butuh 10 menit bagi saya untuk mencapai venue.

Keluar dari mobil saya bengong.

Ada dua baris antrian yang panjang mengular dari pintu masuk ballroom hingga halaman Novotel Palembang. Karena takut salah, sayapun bertanya pada adik kuliahan yang sudah duluan mengantri di depan saya. Dan benar saja, itu memang antrian acara yang akan saya hadiri pagi itu.

Maka, dengan tubuh yang masih melayang karena bangun kesiangan dan belum sarapan, ditemani cahaya matahari yang belum menyengat dan udara yang masih segar dan basah, berdirilah saya dengan pasrah, di salah satu antrian paling panjang namun rapi sekali untuk sebuah acara cihuy :

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Developer Day  2017 di Palembang!

dengan tema Membangun Kemandirian Bangsa melalui Digital!

*tebar confetti

Jangan salah kira. Saya ikut acara ini bukan karena saya Developer maupun programmer. Saya bahkan buta sama sekali dengan coding, programming dan segala hal mengenainya. Yang bisa saya lakukan pada laptop saya adalah dua hal : menggunakannya dan merusaknya.

Namun setelah melihat ajakan dari teman-teman Palembang Internet Community, plus email dari Bekraf di email saya, dan setelah melihat rundown acaranya, akhirnya saya memutuskan acara ini sangatlah keren dan sayapun mendaftar.

Jadi bagaimana keseruan selama Bekraf Developer Day 2017 di Palembang berlangsung? Berikut ceritanya 😊

Pagi

Antrian yang saya lihat ternyata merupakan antrian untuk mengambil nomor tanda peserta. Syukurlah panitia bergerak lincah, sehingga antrian yang mengular bisa berkurang dengan cepat. Setelah menandatangani daftar kehadiran, mendapatkan kartu tanda peserta dan snack pagi, peserta kemudian diijinkan masuk ke ruangan ballroom hotel Novotel Palembang.

Panitia menyebutkan, total lebih dari 500 peserta sudah hadir untuk menghadiri Bekraf Developer Day 2017 di Palembang pada hari itu. Dan pesertanya tidak terbatas pada developer saja, namun ada juga mahasiswa/wi, profesional, entrepreneur digital, pembuat game, pembuat aplikasi, blogger, publisher dan lainnya. Saya bahkan menemukan seorang teman yang terkenal akan kemampuan Baristanya juga hadir di acara ini!

Peserta BDD juga tidak datang dari Palembang saja. Developer dari sejumlah kota di sekitar Palembang juga banyak yang hadir. Salah satu peserta bahkan bukan berasal dari Indonesia!

Oh ya, seluruh pendaftaran peserta benar-benar diproses sebelum hari H. Jadi jika ada peserta yang ujug-ujug datang untuk ikutan, pasti tidak diperkenankan. Daftarlah sebelum hari H, karena seat terbatas. Begitu katanya.

General Session (Pk.07 hingga Pk.11.30)

Rundown Bekraf Developer Day berlangsung dari pukul 07 pagi hingga pukul 18 sore, dan dibagi menjadi beberapa sesi.

Dari pukul 07 pagi hingga 11.30 siang, peserta mengikuti general session. Ketika masuk ke Ballroom, musik kencang langsung menghentak. Playlist semacam Alan Walker terdengar kencang di telinga. Terus terang ini membuat saya yang masih setengah sadar karena terlambat bangun menjadi benar-benar bangun dan langsung merasa bersemangat. Musiknya benar-benar kekinian!

A post shared by Nina Fajriah | bonadapa.com (@bonadapa) on

Setelah Ballroom penuh, acara pun dimulai dengan acara pembukaan BDD dari pihak Bekraf.

Setelah welcoming speech selesai, MC mengundang para perwakilan pendukung acara untuk naik ke panggung. Ada dari IBM, Samsung, Microsoft, Dicoding, dan Google. Dari paparan singkat mereka, sedikit banyak pengetahuan kita mengenai perkembangan teknologi bertambah.

Beberapa tayangan dari teknologi geek ini bahkan mendapatkan applause dari audiens saking terkesimanya mereka dengan perkembangan teknologi yang semakin aje gile jek – mengagumkan sekaligus mengerikan.

Kalau anda pernah menonton film The Circle (Emma Watson dan Tom Hanks) serta Ex Machina, kira-kira seperti itulah bayangan teknologi kita kedepannya. Dunia akan semakin dimudahkan oleh perkembangan teknologi, namun memiliki imbas terbatasnya ruang gerak privacy.

Terkait Artificial Intelligence, Para developer dunia memang terus dan terus mengembangkan berbagai AI untuk meringankan beban hidup umat manusia *hiperbola. Seorang pemapar menyebutkan, kedepannya bahkan ada sebuah device yang bisa mengenali seseorang melalui wajah, sehingga kita bisa mengetahui siapa namanya, dan berbagai alamat social media account yang dimilikinya. Daebak, isn’t?

Teknologi  aja semakin hari semakin pintar, lho. Masak kamu enggak?

Pk 11.30 – 12.30 (Istirahat, Sholat, Makan)

Pk.12.30 – 15.30 (Paralel Class Session I)

Bekraf dan Dicoding memang membuat BDD tidak membosankan. Alih-alih mempertahankan semua peserta dalam satu ruangan seharian, Dicoding malah menyajikan paralel class yang bisa kita pilih sesuai dengan minat dan kemampuan kita.

Hari itu, saya merasa Novotel Palembang seperti sebuah kampus alih-alih sebuah hotel.

Karena ada banyak ruangan kelas dengan topik yang menarik, dan kita harus mencari mana kelas yang sudah kita pilih. Kelas ini kita pilih sebelum hari H. Jadi ketika mendaftar, kita akan diberikan pilihan ingin ikut kelas yang mana. Dan pada hari H tidak boleh lagi berubah dong, karena kelas yang penuh dan ramai peminat tentu tidak dapat menampung peserta lagi.

A post shared by Nina Fajriah | bonadapa.com (@bonadapa) on


Untuk Parallel Class Pertama (Pk.13.30 – Pk.15.00) kita dapat memilih kelas antara :

  1. ID Android Tech Talk, kita akan dapat Informasi seputar perkembangan android dan berbagai coding seputar android. (saya ikut kelas ini)
  2. Game Track, informasi seputar game.
  3. Web, informasi seputar web.

PK.15.30 – Pk.18.00 (Parallel Clas II)

Sedangkan Parallel Class Kedua (Pk.15.00 – Pk.18.00) kita dapat memilih kelas antara :

  1. Internet & Cyber Security
  2. Internet of Things
  3. Inspiring Founders, pemaparan mengenai perjalanan startup membangun bisnis di dunia digital Indonesia disajikan oleh pemilik startup, tentu saja. (saya ikut kelas ini)

Keenam kelas ini bersamaan waktunya dengan 5 kelas masterclass :

  1. Masterclass 01 Android Codelabs
  2. Masterclass 02 Pembuatan Aplikasi Multiplatform dengan Xamarin by Microsoft Indonesia
  3. Masterclass 03 Membangun Aplikasi dengan Kecerdasan buatan IBM Watson by IBM Indonesia
  4. Masterclass 04 Pengembangan Game HTML 5 by Samsung Indonesia
  5. Masterclass 05 Membangun aplikasi/games berkualitas global by Samsung Developer Warior

Kelas Masterclass diperuntukkan untuk kamu yang sudah memiliki kemampuan dasar dalam bidang pemrograman, developer atau coding.

Jadi jangan heran, kita bisa ‘menandai’ peserta yang ikut Masterclass BDD. Karena mereka datang dengan membawa peralatan perang lengkap seperti laptop dan modem, karena memang mereka akan belajar serius hari itu.

Menurut saya yang awam dengan dunia coding, mahasiswa/wi IT di Palembang seharusnya memanfaatkan momen ini dan mengambil kelas Masterclass untuk menambah ilmu mereka. Karena kapan lagi kita bisa mendapatkan ilmu langsung dari pakar teknologi dari sebuah brand internasional secara cuma-cuma di sebuah tempat yang keren-able dan nyaman-able banget? 😊

Tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari pakar IT, di acara ini kamu juga bisa :

  1. Mendaftarkan merk usaha kamu untuk HAKI secara gratis. Jadi yang sudah punya brand usaha monggo di daftarkeun biar ga diserobot sama yang lain
  2. Melamar Pekerjaan. Ada beberapa perusahaan yang membuka stand disini dan mencari tenaga kerja berkualitas di bidang IT.
  3. Tunjukkan Kemampuan. Contohnya seperti Cyrus Circle. Cyrus Circle sendiri adalah sebuah perusahaan developer di Palembang yang salah satu produk aplikasi android mereka dibuat dan digunakan untuk Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, hebat ya?

Hari gini sudah ga jamannya lagi mengandalkan titel semata. Sekarang jamannya mengandalkan skill! Pertanyaannya : kamu punya skill apa?

Seluruh rangkaian BDD hari itu berakhir pukul 18.00 tepat, dan masing-masing peserta bisa kembali mengantri sejenak untuk mengambil souvenir berupa tas kecil dan kaos hitam dari Bekraf. Untuk yang ikut kelas Masterclass mendapatkan tas punggung buat laptop.

Apakah acara ini ada sertifikatnya? Tentu saja ada. Tidak sampai seminggu setelahnya Dicoding memberi email bahwa kita bisa mencetak sertifikat kita pada link yang tersedia.


A post shared by Nina Fajriah | bonadapa.com (@bonadapa) on

Jadi gimana? Kepingin ikutan BDD juga? Meskipun kamu bukan programmer ataupun developer namun memiliki ketertarikan yang tinggi pada dunia teknologi, menurut saya BDD ini worth it untuk diikuti. Banyak ilmu dan informasi baru yang bisa kamu dapatkan di acara ini, sekaligus membuka wawasan bagaimana potensi digital di Indonesia dan di dunia terus berkembang.

Last, email yang saya dapatkan dari Dicoding menyatakan,

Bahwa berdasarkan laporan terbaru Newzoo, Indonesia adalah market paling besar untuk game di Asia Tenggara dengan total revenue tahun 2016 hampir US$600 juta. 100 juta smartphone yang beredar di Indonesia memberikan kontribusi 55% dari total revenue tersebut. Semua angka tersebut menjadikan negara kita sebagai magnet yang sangat menarik bagi developer dari seluruh dunia. Semua developer luar saat ini berusaha untuk masuk ke market Indonesia. Jangan sampai kita sebagai developer kelaparan di lumbung padi. Sudah saatnya produk digital lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri!

Tetap semangat ya teman-teman pejuang dunia digital Indonesia! 😊


Bekraf Developer Day 2017 di Palembang, 09 Juli 2017

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Codepolitan, Dicoding Elite,  Google, Google Developer Expert, IBM Indonesia, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Microsoft Indonesia, Samsung Developer Warrior, Samsung Indonesia, dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia. 

di Ballroom Hotel Novotel Palembang

Jl. R. Sukamto No.8A, 2 Ilir, Ilir Tim. II, Kota Palembang

 

 

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply