“Nanya baik baik dijawab sinis.  Kamu pasti kebanyakan makan kismis.”

Tulis saya di wall Facebook kemarin.  Bukannya apa apa sih,  Sebenernya saya itu sedang merasa heran yang teramat heran.

Jadi gini

Saya kan nanya di grup Facebook ttg henpon adek saya yang jatoh terus kacanya retak. Karena masih garansi saya suruhlah adik ke service center.  Eh ternyata kalau jatuh terus layar pecah, garansi henpon menjadi ga berlaku.  Adik saya harus merogoh uang 1,1 juta rupiah untuk mengganti kaca layar yg retak tersebut.

Ya jumlah segitu sih banyak aja bagi adik saya yg notabene baru sma.

Saya lalu bertanya di grup henpon tersebut (yg sudah saya ikuti sejak lama di facebook)  apakah ada alternatif solusi lain,  yaaaa kali aja ada Yg pernah mengalami kejadian serupa terus punya solusi yg lebih cihuy.

Dan beberapa mulai merespon pertanyaan saya.  Mulai dari jawaban yg memberi solusi,  seperti :

‘memang mbak kalau kaca pecah ga masuk garansi,  saya aja harus keluar duit 900 ribu buat ganti’

‘daripada ganti layar mending tuker tambah aja mbak dengan yang baru’

Sampai jawaban yg bernada sinis :
‘beli henpon murah kog mau bagus’
‘kalau mau bagus jangan beli henpon murah, beli aja yg harga 10 jutaan’
Atau
‘baru punya henpon ya? Kalau kaca pecah sih ga masuk garansi’

Ya elah,  kalau saya tau saya ga akan nanya di forum ya gak? :p

———-

Saya mengapresiasi apapun jawaban mereka.  Dan saya membalas dengan mengucapkan terima kasih atas semua komentarnya.  Tapi setelahpun saya tulis jawaban terima kasih masih ada aja yg nyamber komentar saya dengan nada sinis.

Ya haknya sih mau jawab sinis atau dengan baik baik.

Tapi apa ga malu,  ketika orang nanya baik baik kita jawab dengan jawaban sinis?

Saya berfikir positif mungkin orang orang yg menjawab sinis tersebut lagi mengalami bad Day,

atau simply karena sudah kebiasaan menjawab dengan jawaban seperti itu.

Alah bisa karena biasa,  kan?

Jangan jangan karena memang dirumah mereka biasa (menjawab) seperti itu, lalu terbawa bawa hingga ke media sosial.

Hingga ada orang nanya baik baik dijawab sinis,
Atau ada orang yg beda pilihan pilpres terus diserang dengan sengit,
Atau ada orang yg beda pendapat terus dinyinyirin,

Mau kasih pendapat apapun,  itu memang hak masing masing orang.  Hanyaaaaaa ini menjadi bahan introspeksi bagi saya :

1. Bahwa Jika ada yg bertanya dengan baik,  maka jawablah dengan baik pula. Bahkan ketika kita ingin memberi kritik atau ingin menunjukkan bahwa kita tidak sependapat,  tunjukkanlah dengan  cara atau kata kata yg elegan. (karena ini perilaku Orang intelek, hehe)

2. Bahwa sesuai dengan salah satu nasihat dalam agama saya : Hendaklah kamu berkata yang baik; atau diam. *atau ke hutan*

3. Bahwa di dalam kehidupan saya (pastinya) akan bertemu lagi dengan orang orang semacam ini. Maka yg perlu saya lakukan adalah berikan mereka senyuman, lalu pergi.
Orang orang dengan sikap sinis yaaaaaah anggap aja kalau mereka terlalu banyak makan kismis *atau garam Inggris* :p

Adios! ^_^

Advertisements

2 Comments

    1. Hihihi bener bgt mbak Non.. Kalau lagi bad day sebisa mungkin Jangan menyebarkan energi negatif di sosmed. Salam kenal mbak Noniii selama ini saya cuma jadi silent reader blog Mbak, saya sukaaaa bacanya ^_^

Cool People Say :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.