Mari-mari Ngobrolin Tes Kesehatan yuk Dimari

Saya lulus strata satu 11 tahun yang lalu.

Saya sudah tua? enggak… err nganu… saya cuma ga muda lagi :p

First of all, niat saya menulis ini bukan karena saya merasa lebih pintar atau ingin menggurui, saya hanya ingin berbagi pengalaman karena umur saya yang sudah tua tidak muda lagi, hehe. Pun terpacu juga karena adik-adik saya sedang dalam masa-masanya hunting pekerjaan. Sharing ini dituliskan secara general saja from the eye of jobseeker secara saya bukanlah pakar atau HRD suatu perusahaan, jadi literally tulisan ini based on pengalaman pribadi yang saya harap bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Oke! off to main topic.

Yak. Jadi sebelas tahun belakangan ini, layaknya seorang yang sudah tamat sekolah, hidup saya diwarnai dengan proses mencari pekerjaan.

Saya pun melamar ke berbagai instansi negeri maupun swasta. Tak perduli bidangnya apa, sebodo amat sesuai dengan background pendidikan atau tidak, jika ada lowongan pekerjaan yang mengizinkan background pendidikan saya untuk melamar, maka mengirimkan surat lamaran adalah suatu keniscayaan.

Selama prosesnya, banyak tes pekerjaan yang saya ikuti tidak berhasil dengan sukses, namun beberapa diantaranya bisa saya lalui dengan sukses.

Which were kebanyakan dari tes pekerjaan tersebut, saya lalui dengan gugur di tengah jalan sebelum saya menyentuh tes kesehatan, sampai akhirnya saya bisa bertahan hingga tes kesehatan di dua perusahaan berbeda.

 

 

Ngobrolin tentang tes kesehatan,

Tes ini terkadang menjadi momok bagi banyak pencari kerja-tak terkecuali bagi saya yang jelas-jelas seorang dengan skoliosis.

Tes Kesehatan menjadi demikian menakutkan karena meskipun misalnya, saya bisa menjawab soal TOEFL dengan nilai 800 (bagi tiga), ngomong inggris sampek cas cis cus (cinca laura mah kalah), meskipun saya bisa menerawang TES Spasial kotak bolak-balik 360 derajat tanpa kesalahan satupun, meskipun soal-soal matematika dasar yang saya kerjakan benar 150 dari 100 soal,

JIKA PERUSAHAAN MENGANGGAP SAYA TIDAK MEMENUHI KRITERIA KESEHATAN YANG MEREKA TETAPKAN,

SAYA GAGAL.

Dan yang bikin ngenes adalah, tes kesehatan ini umumnya ditaruh di akhir rangkaian tes, sehingga ketika sudah tes berbulan-bulan lalu gagal di tes kesehatan itu, rasa pedihnya bisa lebih pedih daripada perasaan Cinta yang Nungguin kepastian dari Rangga dalam ratusan purnama.

Artinya yes, ga lulus tes kesehatan itu memang terasa pedih banget Jendral!

Memang yang diperiksa apa saja?

Berdasarkan pengalaman, secara umum yang diperiksa adalah :

  1. Tes fisik, ini buat ngeliat seluruh kondisi badan. Adakah bekas operasi, bekas luka, bekas tindik, dan periksa dubur buat dilihat ada wasir atau tidak, dan periksa hernia. Dilihat juga kondisi gigi, berapa yang bolong, pendengaran oke gak, postur badan, reflek badan, tekanan darah, tinggi badan, berat badan, pernapasan. Ada juga yang tidak memaklumi Tato, lho.
  2. Tes Jantung dengan alat ECG (Electrocardiograph). Ada yang sebelum ECG diharuskan treadmill terlebih dahulu, Ada yang tidak.
  3. Tes Paru (Pakai Rontgen) untuk melihat kondisi paru, apakah normal apakah tidak, apakah pernah tb ataukah tidak. dari sini juga bisa terlihat kalau tulang belakang normal atau tidak.
  4. Tes darah (untuk melihat kandungan gula darah, Hb, tes HIV, Hepatitis dan tes-tes lainnya)
  5. Tes Urine (untuk narkoba, tes kehamilan dll)
  6. Tes Mata dan Buta Warna

Detil tes kesehatan yang diperiksa juga tergantung perusahaannya. Semakin bagus fasilitas perusahaan dalam mengcover kesehatan pegawai nantinya, maka semakin lengkap tes kesehatan yang diperlukan.

Harus Bagaimana sebelum tes?

Beberapa hari sebelum tes biasanya akan diinformasikan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan/dikonsumsi oleh calon pegawai yang akan dites kesehatannya :

  1. Pastikan tidur kamu cukup sebelum tes, karena kalau begadang takutnya berpengaruh pada tekanan darah.
  2. Jangan mengkonsumsi obat-obatan sebelum tes. Atau kalau sudah terlanjur mengkonsumsi kamu harus jelaskan ke dokter yang memeriksa, karena kandungan obat kan bisa terdeteksi di urin.
  3. Jangan dulu minum kopi dalam beberapa hari. Instead, minumlah air putih saja. Susu juga oke.
  4. Hindari makanan yang membuat darah tinggi. Apa saja? bisa gugling
  5. Hindari makanan yang membuat kolesterol tinggi. Apa saja? bisa gugling
  6. Jangan kecapekan sebelum tes kesehatan.
  7. Disiplin berpuasa di waktu yang ditentukan sebelum tes dilakukan.
  8. bagi wanita yang sedang dalam masa menstruasi biasanya tidak diperkenankan untuk tes kesehatan, jadi tes dilakukan ketika periode mens sudah berakhir.

Ketika tes kamu bisa :

  1. Lebih baik jangan sebutkan penyakit yang kadang-kadang diderita yang tidak signifikan, . Misal kalau kamu menderita migrain tapi sebulan belum tentu sekali, mending jangan disebutkan karena bisa diabaikan.
  2. Ketika diminta mencentang daftar penyakit ringan yang pernah kamu derita, kalau tidak meninggalkan bekas dan kamu sakitnya jarang-jarang ini juga mending diabaikan.
  3. Jujur dengan dokternya mengenai penyakit yang sedang kamu derita atau penyakit berat yang pernah kamu derita. lebih baik jangan berbohong karena pasti ketahuan.

Saya ingat ketika tes dokternya berkata tes kesehatan termasuk tes kejujuran, jadi jujur saja untuk penyakit yang berat-berat.

JIKA PERUSAHAAN MENGANGGAP KAMU TIDAK MEMENUHI KRITERIA KESEHATAN YANG MEREKA TETAPKAN, KAMU GAGAL.

Pertanyaannya adalah : kriteria macam apa sih? Kriteria yang bagaimana?

Jawabannya  : tergantung pekerjaan apa yang kamu lamar.

Ada pekerjaan yang tidak memperbolehkan calon pekerja menderita buta warna parsial, seperti pekerjaan Teller Bank atau pekerjaan yang banyak hubungannya dengan warna. Sebaliknya, ada pekerjaan yang tidak masalah kalau calon pekerja Buta Warna parsial.

Ada pekerjaan yang tidak memperbolehkan calon pekerja menderita wasir samsek seperti pekerjaan yang membutuhkan mengangkat barang-barang berat. Sebaliknya, ada pekerjaan yang memandang penyakit wasir is no problemo, asalkan masih dalam skala yang bisa dimaklumi.

Namun {mungkin} hampir semua pekerjaan menginginkan calon pekerjanya tidak mengidap kolesterol, TBC, Hepatitis B, Obesitas, Jantung, dan lain sebagainya.

Tentu saja sangat bersyukur sekali bila kamu sehat. Itu artinya, kamu dapat memasuki perusahaan manapun dari pintu mana saja yang kamu mau (kalau kamu lulus tes lainnya tentu saja)

Namun dari banyak cerita teman, kita tahu bahwa kenyataan ketika tes kesehatan tidak selalu mudah untuk ditebak.

Ada rekan yang stress banget pas tes kesehatan karena punya penyakit paru-paru basah, eh ternyata bisa lulus.

Ada rekan yang terlihat sehat suka lompat sana sini layaknya Dora the explorer, eh ternyata ketika Tes kesehatan bisa gagal total.

 

Kalau misalnya tidak lulus…

Dari beberapa kasus, tidak lulus tes kesehatan bisa jadi karena beberapa hal.

Bisa karena ketika test ybs memang sedang sakit.

Bisa juga karena kebetulan yang tidak menyenangkan (contohnya ketika dites hasil kolesterolnya tinggi, padahal di hari-hari biasa normal. Eh baru inget sehari sebelum tes kesehatan makan gulai cumi satu panci)

Bisa karena mengidap penyakit tertentu, meski jika dilihat secara fisik mereka baik-baik saja.

Lalu ada juga yang DULUNYA mengidap penyakit tertentu, sembuh, NAMUN bekasnya masih terlihat sampai kapanpun. Misalnya flek paru berat (yang bekasnya ga bisa hilang dari gambar rontgen meski sudah bertahun-tahun sembuh), kecelakaan yang mengakibatkan ketidaksempurnaan pada organ dalam maupun luar, ataupun bekas operasi tumor atau kanker yang mematikan.

Bahkan ada yang gagal hanya karena berat badannya kurang dua kilo, lho.

Walah. Masak ga ada toleransi? kan masih pengangguran? wajar lah kalau berat badannya dibawah berat normal…

Itu kan kata kita, namun untuk hal-hal yang tidak kita ketahui, ada perusahaan yang mau bertoleransi, ada yang tidak.

Kenapa tidak?

Karena fungsi dari tes kesehatan itu sendiri selain mengantisipasi perusahaan untuk mengeluarkan terlalu banyak biaya untuk kesehatan pegawai, perusahaan juga berharap mendapatkan pegawai yang produktif dan bukan yang sakit-sakitan.

So, ujung-ujungnya memang tentang productivity, tentang cost, tentang anggaran, it’s all about the money; It’s all about the dam dam daradamdam.

 

Terus gimana Kalau dulu sakit tapi sekarang sudah sembuh?

Kalau dulu pernah sakit parah, sembuh, tanpa meninggalkan bekas sama sekali seharusnya tidak jadi masalah.

Yang jadi masalah adalah jika sudah sembuh namun tetap digagalkan pada tes ini hanya karena penyakitnya meninggalkan bekas.

Jadi anda ga bisa melakukan white lie kalau kamu ga pernah menderita penyakit tersebut.

Yang mana menurut logika saya, jika memang penyakitnya sudah sembuh dan bisa beraktifitas dengan normal, apakah tidak ada pertimbangan bagi perusahaan untuk menerimanya?

Padahal timbulnya penyakit (selain yang genetis atau diturunkan) bisa diakibatkan oleh lingkungan, daya tahan tubuh yang lemah hingga kurang gizi.

Lah kalau ngelamar kemana-mana gagal di tes kesehatan bagaimana bisa yang bersangkutan meningkatkan taraf hidupnya? Kecukupan gizi atau lingkungan yang baik kan butuh biaya? Yang bersangkutan kan sudah sembuh? lalu kenapa harus terus dihakimi seolah di-diskriminasi?

Kalau sudah begini ada HRD yang nyeletuk

Mbak, yang ngelamar cari pekerjaan banyak. Apalagi kalau MNC (Multi National Company) itu pelamarnya sampai puluhan ribu. Jadi kalau – dalam perbandingan calon-calon tersebut – ada calon pegawai yang lebih sempurna kesehatannya, kenapa harus memilih yang sudah ada keluhannya?

 

 

Pernah terjadi Anomali dalam tes ini?

Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin.

Ada teman saya. Sudah gagal tes kesehatan di 10 perusahaan ternama, divonis hepatitis B. Ketika sebuah lembaga negara besar membuka lowongan ia melamar. Nangis-nangis takut gagal lagi dan dia depresi. Sampailah ia pada tes kesehatan. Dan pertama kali dalam hidupnya ia lulus tes kesehatan, siapa sangka sekarang jadi pejabat di lembaga tersebut.

Atau teman saya yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Punya riwayat paru-paru basah, berat badan dibawah normal, waktu tes kesehatan pesimis banget, sampek bilang ‘kayagnya aku ga mungkin lulus deh mbak’ dan ternyata lulus kabeh.

Bagaimana bisa terjadi? Pakai orang dalam kah? Ada yang membantukah? Ada sih, tapi bukan orang. Yang membantu adalah Allah SWT saja 🙂

Jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin. Meski yang namanya anomali itu sangat amat jarang terjadi, kita menyebutnya keajaiban. Itu juga kalau Allah mau ngasih banget ya. Rejeki dari Allah ga akan mungkin tertukar yes?

Jadi begitulah.

Kesehatan memang sangat berharga, terkadang bisa lebih berharga dari apa yang bisa kita bayangkan. Ketika mencari kerja saya baru sadar kalau kesehatan itu sangat bernilai sekali banget. Karenanya berusahalah dengan SERIUS untuk tetap sehat dengan sebaik-baiknya

Buat adik-adik yang akan mencari kerja, mulai dari sekarang : LISTEN TO YOUR BODY. Kalau capek, istirahat. Kalau lapar, segera makan jangan sampek kena magg apalagi kronis. Minum air putih secara ideal, sayangi ginjal. Perhatikan apa yang kita makan, perhatikan gizi makanan yang kita makan. Kurangi makan junk food. Hindari Rokok, hindari alkohol. Cuci tangan sebelum makan. Tidur cukup, jangan sering begadang. Plis aware-lah terhadap kesehatan DARI SEKARANG. Sebisa mungkin diminimalisir timbulnya segala bentuk penyakit yang membahayakan. Kalau perlu manfaatkan fasilitas medis dari kantor orang tua (kalau kamu masih sekolah) untuk melakukan check up kesehatan secara berkala.

Mbak lebay amat sik, nanti-nanti aja kali mbak, kalau udah mau tesnya bener.

Jangan dek, Itu sudah terlambat. Pemberitahuan tes kesehatan terkadang hanya 3 hari sebelum tes dilaksanakan. Bisa apa kita hanya dalam waktu 3 hari saja?

Minum Bear Brand bisa kan Mbak

Bear Brand itu susu, bukan potion penyembuh segala macam penyakit buatan Harry Potter. Kalau mau minum, rutinlah minum dari sekarang. Karena jika diminum dalam waktu yang sangat singkat, ga ngaruh juga adekku sayang.

Jika ada gejala sakit, jangan abaikan. Periksakan langsung ke dokter untuk segera mendapatkan kesembuhan. Semakin cepat sembuh, semakin minim kerusakan yang ditimbulkan. Ingat bahwa tubuhmu juga aset. Kalau asetmu rusak, impianmu bisa hilang

Ah si mbak omongannya udah kayag pakar.

Kamu belum pernah ngerasain gagal di kesehatan sih. Dan silahkan ngomong begitu ketika semua perusahaan sudah menutup pintunya untuk kamu, hiks *elap ingus pake tisu*

Kog kayagnya serem banget nih tes kesehatan?

Enggak serem lah. Asal dijaga kesehatannya, banyak juga yang bisa lulus 🙂

Kalau Masih Gagal Terus?

BERSABARLAH.

Selalu ingat bahwa rejeki Allah tak mungkin tertukar dan rencana Allah selalu baik.

Tak lulus melamar pekerjaan dimana-mana bukanlah akhir dunia. Kamu selalu bisa bangkit, tunjukkan kemampuan, kamu pasti bisa berdiri sendiri dan jadi besar.

Saat ini menjadi pengusaha pun tak kalah keren dengan pegawai di sebuah perusahaan. Dan ini beneran. Banyak juga karyawan yang mengidamkan suatu hari mereka bisa menjadi pengusaha.

Terkadang jadi karyawan juga tak selalu seindah kelihatannya kok.

Pada akhirnya, lulus ataupun ga lulus tes kesehatan, lulus ataupun ga lulus tes kerjaan, apapun yang terjadi tetap ikhlas pada Qadarallah. Tetap sabar yakinlah bahwa ketentuanNya selalu baik :

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahalnya ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui – Q.S. Al Baqarah ayat 216

Buat semua yang mau tes kerjaan, tetap semangat ya! 🙂


Btw gimana dengan pengalaman tes kesehatan kamu? sharing dong 🙂

Advertisements

Leave a Reply

  1. tes kesehatan buat cari kerja cuma sekali pas mau rekrutmen pns, standar sih, tinggi, berat, tensi, cek paru2, narkoba… gak yg sampe suruh buka baju semua, terus dicek fisiknya dr ujung kepala smp ujung kaki… kabarnya itu cek buat polisi/tentara yah 🙂

  2. Sepupu ku dulu gitu mba Nin, gak lolos tes kesehatan karena ternyata tulang belakangnya ndak lurus. Doi anak cheers semasa SMA dan ga sadar dulu pernah jatuh yang mengakibatkan kenapa2. Dia frustasi parah waktu itu, soalnya itu lamaran kerja ke bank.

    Tapi, akhirnya dia dapet kerjaan lain dan dia cocok kerja disitu. Katanya, mungkin emang rezekinya di kantor yang sekarang itu.

    Kalau aku nda ada pengalaman karena…… aku cuma lamar kerja yang ecek2 aja, itu pun gak keterima sih. Ah yauda, siap nikah aja lah aku mah udah 🙁 nda coco jadi wanita karir.

    Btw, udah lama ga main sini, sekalinya main komen nya panjang bener ya allaaaah hahaha

    • Ya Allaaaah Panjang banget komennya ahahaha tapi itu mengobati rasa kangenku padamu kog Sya, caelah :D.

      Betul Fasya, kalau satu pintu sudah tertutup mari lihat pintu lainnya, kayag temen fasya itu. Akupun tulang belakangnya istimewa dari orang kebanyakan, pernah melamar ke dua Bank; satu nya aku lulus satunya enggak; yang satu memaklumi si tulang belakang yang satunya ga mau sama sekali punya karyawan tulang belakangnya bengkok.

      Kemarin aku baru tes kesehatan lagi dan ga lulus lagi. Ya sudah, mungkin bukan rejekinya disana, aku pun percaya kalau rejeki ga akan tertukar.

      Nah kalau Fasya ngelamar di perusahaan kecil ndak keterima berarti itu gejala bakal keterima di perusahaan besar ya! beneran iniiii hahaha.

      Yang penting bukan kerja di perusahaan besar ataupun kecil juga, yang penting kita enjoy ngejalaninnya. Btw aku udah kedengeran kayag Mamah Dedeh? Hoho 😀

      Wanita karir atau ibu rt sama sama mulia lah. Tinggal nungguin si abang kapan ngelamarnya #eh . Terima kasih sudah mampir Fasya 🙂